Petani Diajak Menggalakkan Pemberantasan Hama Tikus

Bandung Raya

Kamis, 16 Januari 2020 | 18:39 WIB

200116183556-petan.jpg

Engkos Kosasih

DINAS Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung mengajak petani untuk menggiatkan gerakan pemberantasan hama tikus yang belakangan mulai menyerang tanaman padi. Pemberantasan dilakukan lewat cara pengomposan yang dimasukkan ke dalam sarang tikus.

"Pengemposan itu sebagai tindaklanjut dari pengamatan intensif, sanitasi lingkungan pada tanaman padi yang rata-rata berusia 32 hari," ujar Kabid Sarana Prasarana Distan Kabupaten Bandung, Yayan Agustian, di Banjaran, Kamis (16/1/2020).

Kegiatan pemberantasan hama tikus dilakukan di lahan pertanian padi seluas 20 hektare di Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Selain di Banjaran, kegiatan juga dilakukan di lokasi lainnya, termasuk di Kelurahan Wargamekar, Kecamatan Baleendah.

"OPT (organisme penganggu tumbunan) jenis tikus pada setiap musim tanam ini harus diwaspadai karena selalu ada dan menyerang lahan pertanian padi dari usia satu hari sampai masa panen," ungkap Yayan.

Diterangkan Yayan, pemberantasan dilakukan dengan sistem pengemposan menggunakan bahan kimia atau racun pestisida. Dengan cara itu, hama tikus yang sedang bersembunyi di dalam sarangnya langsung mati.

"Ini sangat efektif untuk membasmi hama tikus yang dapat merusak tanaman padi," katanya.

Lebih lanjut Yayan mengatakan, hama tikus menyerang tanaman padi pada usia 7 hari, yaitu dengan cara memotong tangkainya.

"Tanaman padinya tak dimakan tikus. Hanya dipotong tangkainya. Sepertinya hama tikus itu untuk ngasah gigi, soalnya tanaman padi yang dipotong seperti bekas sabit," tuturnya.

Ia pun mengimbau kepada para petani untuk aktif mengendalikan hama tikus. Harus diperhatikan pula sanitasi lingkungan. Artinya pematang sawah harus bersih dari semak belukar maupun tanaman lainnya. "Jika lingkungan kotor bisa dijadikan sarang tikus," ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA