Ridwan Kamil Sanjung Menteri Basuki yang Banyak Membantu Proyek Infrastruktur di Jabar

Bandung Raya

Kamis, 16 Januari 2020 | 15:44 WIB

200116153804-ridwa.jpg

ist

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sebagai sosok pekerja keras dan cepat dalam pengambilan keputusan. Pria yang akrab disapa Emil ini bahkan menyanjung Basuki yang dinilainya banyak membantu proyek infrastruktur di Jabar.

"Beliau kiprahnya multidimensi, pekerja keras dan pengambil keputusan yang cepat. Dimana dalam teori manajemen hari ini, kita butuh orang-orang yang berpikir ilmiah juga mengambil keputusan cepat," tutur Emil usai Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada Basuki Hadimuljono di Kampus ITB, Jln. Ganesha, Kota Bandung, Kamis (16/1/2020).

Menurut Emil, berbagai proyek infrastruktur di Jabar banyak terbantu berkat peran Basuki. Seperti Terowongan Nanjung dan sejumlah infrastruktur lainnya.

"Kami di Jawa Barat banyak terbantu, khususnya proyek-proyek infrastruktur. Seperti yang nanti akan diresmikan Bapak Presiden (Jokowi) kalau tidak ada halangan pada tanggal 29 Januari, yakni Terowongan Nanjung di Curug Jompong. Itu bagian dari gagasan Bapak Menteri (Basuki) untuk mengatasi banjir Citarum," tuturnya.

Gelar kehormatan kepada Menteri PUPR Kabinet Kerja dan Kabinet Indonesia Maju ini, diberikan langsung oleh Rektor ITB, Kadarsah Suryadi pada agenda Sidang Terbuka ITB. Gelar
Doktor Kehormatan diberikan atas jasa Basuki dalam bidang pengembangan, pembangunan, dan pengelolaan infrastruktur, khususnya dalam bidang sumber daya air dan infrastruktur tahan gempa.

Adapun Tim Promotor penganugerahan Doktor Kehormatan kepada Basuki Hadimuljono terdiri dari Prof. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc., Ph.D (Ketua), Prof. Dr. Ir. Muhammad Syahril B Kusuma, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Deny Juanda Puradimaja, dan Prof. Ir. Masyhur Irsyam, MSE., Ph.D.

Ketua Tim Promotor Prof. Ir. Indratmo Soekarno mengatakan, ITB memberikan gelar Doktor Kehormatan sebagai penghargaan dan penghormatan kepada seseorang yang telah terbukti memberikan sumbangan nyata, menonjol, terlebih dengan dampak luar biasa. Dalam memajukan ilmu pengetahuan teknologi (iptek) dan seni bagi perkembangan kebudayaan bangsa dan kemanusiaan.

"Dengan pemberian gelar Doktor Kehormatan ini, ITB berharap dapat mendorong masyarakat dan bangsa Indonesia untuk berprestasi dan memberikan sumbangan bagi pengembangan iptek, seni, atau kemanusiaan," tuturnya.

Indratmo menerangkan, Basuki memiliki peranan sangat penting dalam bidang infrastruktur sumber daya air dan infrastruktur tahan gempa. Bahkan telah berhasil menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur yang sangat kompleks di dalam pelaksanaannya.

Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi mengatakan penganugerahan, ini juga dilaksanakan bertepatan dengan 100 Tahun ITB sebagai institusi pendidikan tinggi teknik di Indonesia.

Dikatakannya Basuki Hadimuljono merupakan seorang abdi negara yang sangat berdedikasi dan pekerja keras di Departemen Pekerjaan Umum. Selain itu, sebagai seorang birokrat juga sangat andal, tangguh, dan menunjukkan kepeloporannya.

Pada Sidang Terbuka Pemberian Gelar Kehormatan ITB ini, Basuki pun menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul "Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa".

Dalam orasi ilmiahnya, ia mengajak semua orang untuk ikut memahami tentang arti air, tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air, serta memaparkan kebijakan-kebijakan dan penerapan kebijakan tersebut yang telah dan tengah dirancang. Termasuk yang akan diterapkan dalam meningkatkan daya saing bangsa.

"Indonesia memiliki kekayaan sumber daya air terbesar kelima di dunia," ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA