Softex Ubah Popok Bayi Bekas jadi Bata

Bandung Raya

Kamis, 16 Januari 2020 | 15:22 WIB

200116152311-softe.jpg

Dicky Mawardi

SELAMA ini popok bekas menjadi salah satu penyumbang masalah lingkungan. Disinyalir popok bekas mengandung senyawa kimia Super Absorbent Polymer (SAP) sebanyak 42 persen yang akan berubah bentuk menjadi gel saat terkena air. Zat kimia inilah yang dipandang berbahaya bagi lingkungan.

Namun kini, berkat kemajuan ilmu dan teknologi popok bayi bekas tak lagi menjadi limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Bahkan, bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang fungsional dan bernilai.

Popok bayi bekas dapat diolah menjadi pokbrick atau batu bata dan minyak bakar sebagai substitusi minyak tanah.

Dengan menggunakan mesin hidrotermal yang ramah lingkungan atau tanpa metode pembakaran, popok bekas tersebut diproses menjadi fiber dan plastik terlebih dahulu.

Kemudian, fiber diolah menjadi pokbrick. Sedangkan plastik diolah lagi di mesin pyrolysis menjadi minyak bakar.

Direktur PT Softex lndonesia, Djali Halim mengatakan, program sustainability ini merupakan bentuk nyata dari kontribusi PT Softex Indonesia kepada masyarakat dan lingkungan dalam mengurangi limbah popok.

“PT Softex Indonesia percaya bahwa kesuksesan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan bisnis, tetapi juga harus diimbangi dengan program yang dapat membantu masyarakat dan lingkungan," kata Djali Halim di Guna Olah Limbah (GOL), Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (16/1/2020).

Dalam program sustainability ini, PT Softex lndonesia bekerja sama dengan GOL.selaku perusahaan teknologi pengolahan limbah berbasis riset. Nantinya, mesin hidrotermal yang dapat mengolah popok bekas pakai menjadi pokbrick dan minyak bakar itu akan ditempatkan di komunitas Bank Sampah Bersinar.

"Selain dengan komunitas, kita juga bekerjasama dengan Day Care Galenia, Rumah Sakit ibu dan Anak (RSIA) Limijati, Paskal Mall, dan PVJ Mall sebagai tempat pengumpulan sampah popok," ungkapnya.

Ia menerangkan, program ini merupakan program lanjutan dari program sustainability sebelumnya, yang sudah dijalankan di Tangerang dan diresmikan pada tanggal 8 Oktober 2019.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA