Satgas Citarum Harum Bangun Sarana Air Bersih Untuk 814 Warga Di Majalaya

Bandung Raya

Kamis, 16 Januari 2020 | 09:29 WIB

200116092032-satga.jpg

Engkos Kosasih

SATUAN Tugas Citarum Harum Sektor 4/Majalaya saat ini fokus pada penyediaan sarana/fasilitas air bersih dan MCK untuk kebutuhan 814 warga di Desa Sukamukti RW 04 Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung.

Selain itu melakukan sosialisasi dan langkah nyata perbaikan kerusakan daerah aliran Sungai Citarum kepada masyarakat di Kecamatan Majalaya. Di antaranya mencegah pembuangan limbah cair (bahan berbahaya dan beracun/B3) pabrik tekstil, juga limbah domestik rumah tangga dan sampah ke Sungai Citarum.

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Nurdin mengatakan, masyarakat di RW 04 Desa Sukamukti sangat membutuhkan fasilitas/sarana air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Di antaranya untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak.

"Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan mereka, yaitu dibuatnya wc komunal dan sumur bor untuk kebutuhan sanitasi yang layak dalam rangka meningkatkan kualitas hidup warga," kata Asep Nurdin kepada galamedianews.com di Majalaya, Kamis (16/1/2020) pagi.

Menurut Asep Nurdin, sarana/fasilitas MCK sudah terbangun enam unit, namun untuk sumber air bersihnya yang direncanakan dari sumur bor masih dalam tahap pengerjaan.

"Sebelumnya, sudah ada pengerjaan pembuatan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Namun dalam pengerjaannya mengalami kendala sehingga sempat tertunda, dan dalam waktu dekat ini akan dilanjutkan pengerjaannya dengan harapan kebutuhan air bersih untuk warga terpenuhi," tuturnya.

Sebelum melanjutkan pengerjaan sumur bor, kata Asep, Satgas Citarum Harum saat ini berinisiatif membuat penyaringan air bersih karena kebutuhan air bersih yang mendesak untuk masyarakat.

"Nanti airnya akan disuplai dari pabrik tekstil PT. Sinar Laju yang tidak jauh dari lokasi MCK komunal tersebut," ungkapnya.

Ia menjalaskan, pihaknya pum berusaha untuk membuat kerangka besi penyangga bak penampung air sekaligus dibuatkan filter penyaring air dengan menggunakan zeolit, pasir mangaan, gravel dan karbon aktif.

"Penggunaan filter penyaring air tersebut dalam rangka untuk mendapatkan air bersih yang layak bagi warga RW 04 Desa Sukamukti dalam aktifitas sanitasinya," ungkapnya.

Pada tahap awal, lanjut Asep Nurdin, pihaknya membuat filter air dengan menggunakan 2 drum plastik masing-masing berkapasitas 200 liter air bersih. Pada filter I berisikan zeolit, pasir mangaan, zeolit dan filter II berisikan gravel, karbon-p, dan gravel dapat efektif menyaring air yang berasal dari PT Sinar Laju terlebih dahulu.

Dikatannya, pemanfaatan air hasil recycle proses olahan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) PT Sinar Laju tersebut yang dimanfaatkan oleh warga dalam kebutuhan sanitasinya. Namun air recycle hasil proses IPAL, katanya, memiliki batas waktu tertentu digunakan kembali hingga mengalami kejenuhan dan menjadi limbah cair yang tidak sesuai baku mutu.

“Agar tidak menimbulkan keadaan yang tidak diinginkan oleh warga, misalkan bau, gatal pada kulit, pekat dan lain-lain. Maka dibuatlah bak penampungan air berukuran 250 liter 2 unit,” katanya.

Lebih lanjut Asep Nurdin mengungkapkan, nanti setelah sumur bor sudah jadi dan bisa mengeluarkan air bersih, pasokan air yang berasal dari pabrik itu bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

"Tetapi air dari sumur bor bisa juga dialirkan melalui bak penampungan air dan filter yang sedang dibuat ini,” katanya.

Komandan Sektor 4 Satgas Citarum Harum pun menjelaskan, saat mengerjakan sumur bor pada Mei 2019 lalu mengalami 2 kali kendala, sehingga tidak sesuai dengan jadwal penyelesaian pengerjaan yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2019 sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba. "Kendala yang dialami oleh pekerja sumur bor yakni longsornya lubang tanah saat kedalaman sudah kurang lebih 40 meter sehingga bebatuan yang ada di dalam tanah menjepit kuat pipa mata bor. 
Akibatnya, pipa mata bor tidak bisa diangkat dan tidak bisa dicabut mengakibatkan tidak dapat berputarnya mata bor tersebut. Namun dalam waktu dekat ini, kami akan melanjutkan pengerjaan sumur bor tersebut," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA