Tol Cisumdawu Ditargetkan Rampung 2021

Bandung Raya

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:47 WIB

200115164838-tol-c.jpg

KEPALA Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VI Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUOR) RI, Hari Suko Setiono mengatakan, proyek strategis nasional pembangunan jalan bebas hambatan Tol Cisumdawu  sepanjang 60 km secara keseluruhan ditargetkan selesai sampai tahun 2021 mendatang.

Pembangunan Tol Cisumdawu itu dibagi dalam enam sesi, yaitu dari mulai sesi pertama sampai sesi tiga hingga Cikalong Sumedang, dan sesi empat sampai sesi enam dari Cikalong sampai Sumedang.

"Khusus untuk pengerjaan sesi satu sampai sesi tiga ditargetkan selesai tahun 2020," kata Hari didampingi Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy DJ, Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, dan pejabat lainnya saat memantau pelaksanaan rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi Kabupaten Bandung, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, pelaksanaan rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi itu terkait pelaksanaan pembangunan underpass Cileunyi Tol Cisumdawu pada sesi satu. 

Menurut Hari, pembangunan underpass tersebut bagian dari pengerjaan pembangunan jalan Tol Cisumdawu di sesi satu. "Perlu diketahui pembangunan Tol Cisumdawu menghubungkan Cileunyi-Kertajati sepanjang 60 km dan pengerjaan pembangunannya terbagi enam sesi," kata Hari.

Dikatakannya, pengerjaan Tol Cisumdawu sesi satu dan dua, dalam pengerjaannya merupakan tanggung jawab pemerintah. Sedangkan pengerjaan sesi tiga sampai sesi enam merupakan tanggungjawab investor. 

"Oleh karena itu sangat penting dalam pengerjaan underpass Tol Ciaumdawu ini selesai tak terlalu lama dan musim Lebaran Idulfitri mendatang sudah selesai. Mengingat, setelah selesai pembangunan underpass ada pekerjaan pembangunan lainnya," kata Hari. 

Lebih lanjut Hari menuturkan, proses rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi tak mendadak atau ujug-ujug dilaksanakan. Melainkan sebelumnya sudah lama dibuat analisanya, kemudian dampak lalulintasnya.

"Amdal lalinnya diproses sudah lama, dibahas dan disahkan sesuai dengan ketentuan. Selain itu dilaksanakan rapat koordinasi dengan semua stakeholder yang ada. Tentunya sudah ada masukan berharga menyusun rekaysa lalulintas ini," paparnya.

Hari mengatakan, rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi yang diberlakukan mulai 15 Januari sampai 13 Mei 2020 mendatang, sebelumnya sudah diujicoba selama 3 hari.   Bahkan sehari dua hari lalu sudah dilakukan koreksi. 

"Selama masa pengerjaan underpass ini pasti ada kemacetan, namun demikian dengan bantuan Dirlantas Polda Jabar, Dishub Jabar kita upayakan seminimal  mungkin dapat mengurangi kemacetan," katanya.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari kepadatan kendaraan di Simpang Cileunyi dan bisa menggunakan jalur alternatif. 

"Kami mohon dukungan masyarakat, stakeholder yang ada, terutama dari Dirlantas Polda Jabar dan Dishub beserta jajarannya mengawal bersama. Dengan harapan kemacetan kendaraan bisa diminimalisir setelah ada rekayasa lalulintas. "Saya masih yakin, walau ada kemacetan setelah ada rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi, tak semacet ada proyek pembangunan di Cikampek. Mudah-mudahan tak terjadi di sini (Simpang Cileunyi)," ungkapnya. 

Sementara itu, Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy DJ berharap, masyarakat luas akan melihat dan lebih tahu serta paham dengan adanya rekayasa lalulintas di Simpang Raya karena ada pembangunan Underpass Tol Cisumdawu yang merupakan proyek strategis nasional.

Sehingga ia berharap kepada instansi lain dan masyarakat untuk mendukungnya. "Kita sudah melakukan rapat dan koordinasi serta peninjauan lapangan, terkait pelaksanaan rekayasa lalulintas karena ada proyek pengerjaan underpass  Tol Cisumdawu,” katanya.

"Kami siap melakukan dan mendukung pengamanan material, apalagi didukung sepenuhnya oleh Kapolresta Bandung. Petugas akan terus menerus dan memonitor rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi. Mengharapkan dukungan instansi lainnya," katanya.

Ia berharap proyek pembangunan jalan itu, setelah selesai dibangun dapat memperlancar lalulintas.

Perwakilan Dishub Jabar Iwan Sofyan mengatakan, dengan adanya pelaksanaan sosialisasi rekayasa lalulintas di Simpang Cileunyi karena ada pembangunan Underpass Tol Cisumdawu, Dishub siap mendukung pelaksanaan tersebut. 

"Adapun dalam pelaksanaan di lapangan, kami koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dishub Kabupaten Bandung," katanya. 

Iwan berharap, pembangunan underpass Tol Ciaumdawu lancar dan diharapkan tak menimbulkan kemacetan. 

"Kondisi jalur macet pasti ada, namun kita bersama-sama melakukan hal lebih baik dalam pengamanan dan pengaturan di wilayah Simpang Cileunyi. Pembangunan bisa dilaksanakan dengan lancar dan indah pada waktunya," pungkasnya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA