Kuota Gas Melon di Kota Cimahi Tahun 2020 Tak Akan Bertambah

Bandung Raya

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:39 WIB

200115164024-kuota.jpg

KUOTA gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Kota Cimahi untuk tahun 2020 ini tidak akan bertambah. Jumlah kuota elpiji yang sering disebut “Si Melon” tahun ini sama seperti tahun 2019, sebanyak 6.530.004 tabung, atau per bulannya mencapai 544.167 tabung.

Meskipun tidak ada penambahan kuota, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin), memastikam ketersediaan Si Melon aman untuk memenuhi kebutuhan warga Kota Cimahi sepanjang tahun 2020.

"Enggak ada penambahan atau pengurangan, sama ya dengan tahun 2019 kuotanya. Insya Allah aman kuotanya untuk tahun ini," kata Kepala Seksi (Kasi) Perdagangan Disdagkoperin Kota Cimahi, Eka Handayani di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Rabu (15/1.2020).

Sesuai Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 21 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji Tabung 3 Kilogram, gas bersubsidi itu disalurkan Pertamina melalui agen dan pangkalan.

Dalam Permen tersebut yang diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor:54/Kep.96-Diskopindagtan/III/2015/2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji Tabung Ukuran 3 Kg, elpiji bersubsidi itu hanya boleh dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro.

Kriterianya, rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta, serta pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang memiliki omset Rp 50 juta dalam sebulan. Namun, kata Eka, sejauh ini memang disinyalir peruntukan itu tidak sesuai sasaran. Masih banyak rumah tangga yang memiliki penghasilan di atas Rp 1,5 juta dan pengusaha di luar ketentuan yang menggunakan gas bersubsidi.

"Harusnya sesuai peruntukannya, tapi masih ada (yang tidak sesuai peruntukan). Kalau ketahuan, biasanya langsung disuruh ganti," tegas Eka.

Terkait harga elpiji 3 Kg, terang Eka, sudah terlampir baik dalam Permen ESDM maupun dalam SK bahwa HET di tingkat agen adalah Rp 14.750 per tabung. Sementara harga di pangkalan Rp 16.600 per tabung. Meski begitu, harga di tingkat pengecer akan melebihi HET.

"Yang di warung (biasanya melebihi HET). Tapi harsunya sesuai HET," ucapnya.

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA