Jelang Pilkada Kabupaten Bandung, Pentingnya Melek Pendidikan Politik bagi Masyarakat

Bandung Raya

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:25 WIB

200115162559-jelan.jpg

PENELITI pendidikan politik Repy Hapyan, M.Pd., mengungkapkan, hingar bingar pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jawa Barat mulai terasa. Hal itu ditandai dengan banyaknya spanduk dan baliho terpampang di setiap sudut jalan-jalan di kawasan kota maupun kabupaten di Jawa Barat, di antaranya di Kabupaten Bandung.

Sebab itu, menurutnya, jelang pilkada tersebut dibutuhkan meleknya pendidikan politik di Kabupaten Bandung maupun pelaksana pilkada lainnya di Jabar. "Hingar bingar itu menyusul dilaksanakannya penjaringan bakal calon kepala daerah di setiap partai politik telah didengungkan. Mulai dengan survei internal partai ataupun survei yang dilakukan oleh lembaga survei independen," kata Repy kepada galamedianews.com di Cileunyi Kabupaten Bandung, Rabu (15/1/2020).

Dalam pengamatan di Kabupaten Bandung, imbuh Repy,  menjadi seksi ketika membahas pilkada serentak. Mengingat Kabupaten Bandung yang dihuni lebih dari 3,6 juta jiwa memiliki jarak yang berdampingan dengan ibu kota Provinsi Jawa Barat. Kabupaten Bandung pun merupakan wilayah yang cukup luas di Indonesia, yakni seluas 1.767,96 kilometer persegi. 

"Pacsa grand final politik 2019 lalu, partai politik kembali fokus pada pemenangan kekuasaan politik di setiap daerah," ucap Repy.

Ia mengatakan, saling rangkulnya tingkat elit di Jakarta, menjadi cairnya hubungan koalisi di tingkat daerah. Situasi karakter pemilih di Kabupaten  Bandung dengan mayoritas pemilih berkarakter tradisional yang memiliki kecenderungan sulit untuk dirubah.

"Karakter ini bagaimana masih terpukau terhadap ketokohan dan dengan mudahnya dimobilisasi terhadap salah satu calon," ucapnya. 

"Namun hari ini bagaimana kita ketahui bahwa tipe skeptis, rasionalitas serta kritis yang akan kecenderungan memilih dengan faktor pengusung. Selain itu rekam jejak calon serta visi misi masa depan Kabupaten Bandung dengan segala prestasi juga keruwetanya," imbuhnya.

Menurut Repy, ajakan memilih seorang pemimpin kembali didengungkan baik di media ataupun unsur pemerintah bagaimana pentingnya memilih seorang pemimpin. "Framming tersebut untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih untuk menggerus pemilih pada tipe skeptis," katanya. 

Jika dianalisis tipe pemilih skeptis ini, ia mengatakan, yang paling merambah pada seluruh tingkatan usia. Ia mencontohkan, menurut penyair Jerman Bertolt Brecht yang beredar di meme “Buta Terburuk adalah Buta terhadap Politik”. 

"Karakter masyarakat ini tidak menyadari bahwa semua hidupnya, harga bahan pokok, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, mengenai penerapan syariat juga undang-undang yang merupakan produk politik. Maka sangat sedih jika politik masih alergi bagi beberapa kalangan terutama kalangan milenial," tuturnya.

Selanjutnya, dikatakannya, maka dibutuhkan pendidikan politik yang konstruktif, yang mana lembaga-lembaga pendidikan formal/non formal mengajarkan bagaimana pentingnya ilmu 'siasah' yang mengarah pada ketidakalergian terhadap politik. 

"Juga peran partai politik, organisasi masyarakat sebagai organisasi rekrutmen calon-calon pemimpin, terutama pada generasi milenial. Pendidikan politik di masyarakat yang otodidak akan melahirkan sebuah ajaran yang liar bahwa politik masih sesuai dengan rel hukum yang berlaku (rol of law)," ujarnya.

Ia mengatakan, kunci kemenangan Pilkada Kabupaten Bandung terletak kuat pada sosok figur yang ditopang dengan mesin politik yang kuat.

"Sejak zaman orde baru Kabupaten Bandung merupakan lumbung suara partai pohon beringin. Apakah mitos tersebut masih kokoh? Tergantung pada ketepatan rekomendasi Partai Golkar pada calon yang akan diusung," ungkapnya.

Dengan dinamika, katanya, kemunculan calon-calon kuat di internal Partai Golkar semoga berdasarkan pada politik will oriented, popularitas yang berdasarkan hasil kajian ilmiah yang dianggap memiliki independensi yang kuat serta visi yang kuat. 

"Kunci kemenangan sosok yang mampu memenangkan pilkada Kabupaten Bandung merupakan ada di Partai Golkar," pungkasnya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA