Segera Gelar SKD CPNS, Pemkab Bandung Barat Sediakan 1.000 Unit Komputer

Bandung Raya

Rabu, 15 Januari 2020 | 16:15 WIB

200115161226-seger.jpg

dok

ilustrasi

PANITIA seleksi daerah (Palselda) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Bandung Barat harus menyediakan 1.000 unit komputer untuk pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Komputer itu digunakan 5.149 orang peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.

"Arahan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional III Jawa Barat, harus disepakati dulu yang bisa menyediakan komputer sampai 1.000 unit. Karena khawatir trouble jaringan pas acara safetynya diangka 700 unit untuk 700 peserta per harinya," ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung Barat, Asep Ilyas melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Mutasi Pegawai, Dini Seriawati di Ngamprah, Rabu (15/1/2020).

Pelaksanaan SKD akan berlangsung selama dua hari. Dimana satu hari terbagi dalam lima sesi dengan cadangan satu hari dua sesi.

"Untuk menyediakan 1.000 unit komputer, jelas tidak mungkin beli. Tapi kami sewa kepada vendor yang sudah lama bekerja sama di bidang asistensi kepegawaian," ujarnya.

Untuk tempat pelaksanaan SKD sudah diputuskan di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang. Mematangkan persiapan, pihaknya tak putus menggelar rapat koordinasi dengan manajemen Kota Baru Parahyangan dan pihak Mason Pine.

"Waktu pelaksanaannya kami usulkan di minggu pertama Februari. Tapi pada akhirnya keputusan ada di tangan BKN mengenai kapan waktu pelaksanaannya. Bukan hanya Bandung Barat, daerah lain juga masih menunggu penanggalannya," ungkap Dini.

Sementara itu, setelah pelaksanaan SKD pada Februari 2020 dilanjutkan pada pengumuman hasil SKD di bulan Maret 2020. Masih dibulan yang sama dilanjutkan dengan pelaksanaan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada Maret 2020.

"Integrasi nilai SKD dan SKB April 2020 dan pengusulan penetapan NIP April 2020. Tahun ini, Kabupaten Bandung Barat mendapat kuota 318 formasi. Terdiri dari 144 formasi tenaga guru, 88 teknis administrasi dan 86 tenaga kesehatan," pungkasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA