DPRD Jabar Bakal Mengecek Amdal Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Bandung Raya

Selasa, 14 Januari 2020 | 19:41 WIB

200114194100-dprd-.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum didampingi Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna (kedua kiri) dan Dirut PT KCIC, Chandra Dwiputra (kanan) saat meninjau lokasi banjir bandang di sekitar Underpass Padalarang di Kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat, Kamis (2/1/2020).

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) melakukan pertemuan beberapa waktu lalu. Pertemuan dilakukan untuk membahas banjir yang terjadi di Kawasan Cimareme, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada awal tahun 2020.

Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono mengatakan, pihaknya akan melakukan sinergitas sebagai upaya antisipasi kejadian banjir tidak terulang kembali. Di sisi lain, pihaknya berharap pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dapat selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan.

"Setelah pertemuan kemarin dengan pihak Kereta Cepat Jakarta-Bandung, kami juga akan mengecek Amdal dari proyek ini, serta mengawasi pembangunan stasiun-stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung," kata Budi, Selasa (14/1/2020).

Pihaknya meminta kepada PT KCIC untuk terus bisa mencegah banjir serta harus memperhatikan aspek-aspek yang bisa mencegah banjir.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari membenarkan pihaknya sudah bertemu dengan KCIC membahas musibah banjir di KBB.

Politisi dari Fraksi PDIP DPRD Jabar ini mengapresiasi langkah PT KCIC yang telah bertindak cepat dan tanggap dalam menangani musibah banjir.

Teh Ineu, sapaan Ineu Purwadewi Sundari, juga mengapresiasi komunikasi yang baik antara PT Kereta Cepat Jakarta Bandung bersama pihak lain untuk menangani banjir, terutama pemerintah daerah setempat.

Dia mengimbau dan mengajak kepada semua pihak terkait untuk bersama-sama mengantisipasi dan memperhatikan seluruh aspek terutama yang dilalui oleh proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Sebagai contohnya sistem drainase, sampah serta amdal dari proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA