Cotton USA Gali Potensi Pelaku Fashion Lokal Lewat Future Fashion Trends Seminar

Bandung Raya

Selasa, 14 Januari 2020 | 19:25 WIB

200114193000-cotto.jpg

Istimewa

Ms Jane Singer selaku Fashion Expert from New York and Hong Kong (kiri) Dr. Andy Do selaku Representatif CCI di Indonesia (kanan)

COTTON Council International (CCI) dengan merek dagang Cotton USA™ bersama API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) kembali menginisiasi sebuah forum bagi para pelaku industri tekstil tanah air membahas masa depan industri fesyen melalui sebuah seminar. Seminar bertajuk “Future Fashion Trends Seminar” ini diadakan di Hotel Aryaduta Bandung , Selasa (14/1/2020).

Ajang pertemuan pelaku industri tekstil dan fesyen ini merupakan bentuk komitmen Cotton USA untuk terus mendampingi para pelaku industri dalam memahami penggunaan teknologi terbaru di dalam industri tekstil di Indonesia agar bisa bersaing di tingkat global. “Future Fashion Trends Seminar merupakan bagian dari agenda Cotton USA dalam mendampingi pelaku industri tekstil di berbagai daerah di Indonesia.

Di tahun ini, Bandung menjadi lokasi roadshow pertama kami.” terang Dr. Andy Do selaku Representatif CCI di Indonesia dalam keterangan di Bandung, Selasa.

Andy Do menjelaskan, pertemuan yang membahas tentang tren dan masa depan industri fesyen tahun 2020 tidak hanya diadakan di Bandung, melainkan juga di kota lain di seluruh Indonesia.

“Inisiatif Cotton USA menggandeng Asosiasi Pertekstilan Indonesia dengan menjemput bola ke daerah-daerah yang memiliki potensi di industri fashion kami yakini dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.” tambah Andy.

Inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh Cotton USA bersama API di Bandung ini membicarakan beberapa hal, di antaranya terkait bagaimana katun bisa digunakan untuk membantu pelaku industri fesyen bisa bersaing di ketatnya persaingan global pada saat sekarang ini.

Selain itu, dalam seminar yang mempertemukan ratusan pelaku fesyen di kawasan Bandung dan sekitarnya ini juga membahas berbagai peluang pelaku fesyen untuk bisa memperluas pasar di tingkat global.

"Untuk dapat meraih peluang ritel global di industri fesyen, diperlukan brand value proposition yang salah satunya bisa didapatkan dengan memproduksi produk yang terstandarisasi secara global. Selain itu, bahan dasar pakaian yang digunakan pun juga perlu diperhatikan quality controlnya." terang Andy di tengah sesi seminar berlangsung.

Dalam “Future Fashion Trends Seminar” ini, Cotton USA juga menggandeng Jane Singer selaku Managing director Inside Fashion yang berbasis di Hong Kong dan New York, AS. Untuk dapat masuk ke pasar global, Jane menjelaskan bahwa para pelaku industri perlu memperhatikan beberapa hal penting, seperti manajemen rantai pasokan, kebiasaan konsumen dengan budaya global, strategi ritel yang berkembang saat ini, serta trend industri fashion global.

“Dengan kemampuan membaca berbagai variabel dan tren fashion yang ada di pasar global, serta penerapan yang optimal dari sisi produksi, pelaku industri fashion akan lebih mampu bersaing dengan pemain yang sekarang sudah ada," terang Jane.

“Melihat kondisi yang sekarang, dengan karakternya yang unik dan memiliki berbagai identitas budaya yang beragam, industri fashion di Indonesia berpotensi untuk mampu mendapatkan pasar tersendiri di level global,” tambahnya.

Sementara itu,, Andy Do menyampaikan bahwa COTTON USA™ telah dipercaya di seluruh dunia, termasuk di pabrik-pabrik dan perusahaan tekstil seluruh dunia, termasuk di Indonesia Hal ini l dikarenakan lima hal berikut, Berkualitas tinggi dimana kapas AS 100% dipetik menggunakan mesin sehingga bebas kontaminasi. "Semua kapas yang tumbuh di Amerika Serikat terdaftar di U.S. Department of of Agriculture (USDA) , menggunakan sistem High Volume Instrument (HVI) yang dikembangkan di Amerika dan sekarang digunakan untuk mengevaluasi kapas-kapas dunia," katanya.

Selain itu konsistensi tinggi. Nilai tak tertandingi dari Kapas AS berakar pada bagaimana ia tumbuh dan diproses untuk menjadikan bisnis anda berproduktivitas maksimum. Kapas AS menawarkan serat dengan bentuk yang sama dan konsisten, sehingga membantu memastikan produk akhir selalu sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Kemudian sustainability, produksi kapas AS mengikuti berbagai peraturan yang ketat dan wajib dilaksanakan. Para petani Kapas AS menggunakan teknologi. Pekerjaan terkompuetrisasi sehingga pengurangan jumlah penggunaan air dan pelestarian bibit bisa dilaksanakan. "Amerika Serikat juga memiliki sistem paling komprehensif dalam memantau dan mengukur semua aspek sustainability," tambahnya.

Lalu transparansi. Kapas AS merupakan produk yang 100% terpercaya dan bisa ditelusuri kembali jika memang dibutuhkan. Sistem transparansi Amerika Serikat memungkinkan untuk pemantauan dan perbaikan secara konstan.

Kemudian pendampingam pembelian, diperlukan acara networking, inovasi, dan edukasi yang dihadirkan oleh COTTON USA™ untuk mempertemukan pihak yang berkaitan dalam rantai pasokan produk Kapas AS COTTON USA™ selalu menjalin hubungan untuk menghasilkan transaksi bisnis yang saling menguntungkan.

“Kegiatan seminar terkait Teknologi Terbaru dalam Industri Tekstil yang diadakan oleh CCI di Bandung ini merupakan rangkaian roadshow sebagai respon dari tingginya minat pengusaha di bidang tekstil di beberapa daerah di Indonesia. Selain di Bandung, nantinya pertemuan para pelaku industri fesyen ini akan diadakan di beberapa daerah di Indonesia.” Tutup Andy Do.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA