Yayasan Habiburrahman Cetak Generasi Muda Cinta Al-Quran

Bandung Raya

Selasa, 14 Januari 2020 | 16:42 WIB

200114164303-yayas.jpg

UNTUK mencetak generasi muda cinta Al-Quran, Yayasan Habiburrahman mendirikan lembaga pendidikan PAUD, SD, dan SMP berbasis pesantren yang sudah berlangsung selama tiga tahun ini di Kampung Pameungpeuk RT 04/RW 03 Desa Bojong, Kecamatan Nagreg. Kabupaten Bandung. 

Bahkan saat ini pihak yayasan mendirikan SMK Islam Terpadu berbasis pesantren, dan sudah memasuki tahun pertama. Pendirian lembaga pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia itu, melibatkan peran aktif Ketua Yayasan Habiburrahman Drs. Taufik Rahman M.M., dan Ketua Pesantren Habiburrahman Firosurahman LC. 

Komite Pesantren Habiburrahman Wahyudin mengatakan, pendirian lembaga pendidikan (PAUD, SD dan SMP) itu untuk mencetak generasi muda cinta Al-Quran. 

"Khususnya untuk pendirian SMK Islam Terpadu, untuk mengantisipasi anak-anak sekolah lulusan SMP putus sekolah. Namun saat ini dalam pendirian SMK Islam Terpadu terkendala izin mendirikan bangunan karena berada di kawasan hijau," kata Wahyudin kepada galamedianews.com di Nagreg, Selasa (14/1/2020).

Sebelum ada SMK, imbuh Wahyudin, para lulusan SMP bisa dihitung dengan jari yang bisa melanjutkan pendidikan. Pasalnya, terkendala transportasi dan ekonomi masyarakat yang belum menunjang untuk menyekolahkan anaknya ke SLTA di luar Desa Bojong.

"Maka salah satu solusi untuk memasilitasi para siswa lulusan SMP, kita mendirikan SMK Islam Terpadu. Saat ini sudah ada 20 siswa yang mengikuti pendidikan formal tersebut, sedangkan untuk pendidikan di lingkungan pesantren (PAUD, SD dan SMP) sudah mencapai 185 siswa. Diharapkan dengan adanya SMK Islam Terpadu itu bisa menampung para lulusan SMP, karena dapat menghemat biaya transportasi maupun ekonomi masyarakat," paparnya. 

Wahyudin mengatakan, dengan adanya fasilitas pendidikan itu, para siswa di saat berangkat sekolah bisa dengan cara jalan kaki karena berada di kawasan rumah penduduk. Kecuali bagi anak sekolah yang jauh dari lingkungan pesantren tersebut. Bisa dengan cara mengendarai sepeda motor, terutama bagi siswa asal Desa Mandalawangi, Kecamatan Nagreg, selain Desa Narawita Kecamatan Cicalengka. Bahkan ada siswa asal Kecamatan Cikancung. 

Ia juga mengaku bangga dengan adanya lembaga pendidikan berbasis pesantren itu, bisa mencetak siswa hafiz/hafizah Al-Quran. Hal itu tak lain untuk meningkatkan akhlak dan moral para siswa sebagai generasi muda. 

"Sudah ada 19 siswa yang sudah hapal juz 30 Al-Quran, mereka langsung melaksanakan wisuda. Setelah itu, mereka secara bertahap mempelajari Al-Quran yang masih tersisa 29 juz lagi. Diharapkan mereka bisa hafiz Al-Quran," paparnya. 

Ia juga berharap dengan adanya lembaga pendidikan itu bisa memperbaiki akidah, selain meningkatkan sumber daya manusia. Lembaga pendidikan tersebut benar-benar mandiri dan dikelola oleh yayasan.

"Sampai saat ini belum ada bantuan pemerintah, khususnya  dalam mendirikan infrastruktur pesantren maupun fasilitas mengaji (teras mengaji) bagi para siswa PAUD, SD dan SMP. Begitu juga untuk fasilitas SMK Islam Terpadu, baru satu ruangan, selain sudah tersedia 1 ruangan madrasah," paparnya. 

Wahyudin mengatakan, untuk meningkatkan keahlian di bidangnya, pihak yayasan bekerjasama dengan perusahaan rumah makan di Kecamatan Nagreg. "Khususnya untuk lembaga pendidikan SMK Islam Terpadu, kita menyiapkan pendidikan tata boga dan perbengkelan," pungkasnya. 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA