BUMD Hulu Migas Jabar Rancang Pengembangan Bisnis Baru

Bandung Raya

Selasa, 14 Januari 2020 | 15:31 WIB

200114153235-bumd-.jpg

ist

PT Migas Hulu Jabar (MUJ) mulai merancang pengembangan usaha di luar pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Offshore North West Java (ONWJ).

Upaya tersebut sesuai dengan permintaan pemegang saham, dalam hal ini Pemprov Jabar, agar bersinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jabar lainnya.

Selama ini, MUJ sebagai salah satu BUMD Pemprov Jawa Barat lebih fokus bergerak dalam kegiatan yang berkaitan dengan eksplorasi, eksploitasi, dan jasa penunjang usaha di bidang energi, di antaranya pengelolaan PI Blok ONWJ. 

Direktur Utama PT MUJ Begin Troys mengatakan, pihaknya sudah merancang untuk menggarap bisnis baru di luar pengelolaan PI ONWJ. 

"Contoh seperti dengan BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat), lalu dengan Agronesia, kemudian Tirta Gemah Ripah. Tadi juga kami diskusi dengan Jasa Sarana untuk melihat kemungkinan sinergis dalam waktu dekat maupun jangka panjang," papar Begin seusai sharing sessions bersama mantan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar di Hotel Santika, Jalan Sumatera, Kota Bandung, Senin (13/1/2020).

Begin memastikan, kerja sama yang dibangun pihaknya bersama dengan BUMD lainnya sejalan dengan ketentuan yang berlaku dan saling menguntungkan. 

"Jadi saling memperkuat lah, position ke depannya seperti itu. Itu bisnis baru yang mungkin menjadi konsen kami saat ini," tambahnya. 

Begin mencontohkan bentuk konkret kerja sama yang bakal dibangun. Menurut Begin, pihaknya akan mencari peluang kerja sama dengan BIJB dalam bidang energi, seperti menyuplai alat khusus energi di bandara.

"Bagaimana pun BIJB butuh energi. Kita lihat kemungkinan apakah Migas Hulu bisa terlibat di situ melalui afiliasinya. Ada program energi solution, apakah bisa menyuplai alat khusus energinya di bandara," terangnya.

Mengenai sharing session dengan Archandra Tahar, Begin menyampaikan, pihaknya sengaja menghadirkan  Archandra karena mantan Wakil Menteri ESDM itu dinilai memiliki andil besar terhadap pengembangan BUMD, khususnya PT MUJ. Menurutnya, pada masa kepemimpinan Jonan-Archandra, Kementerian ESDM menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016 mengenai Hak PI 10 persen pada daerah melalui BUMD.

"Beliau salah satu tokoh yang pernah memberikan pengaruh sangat besar kepada BUMD, khususnya terkait dengan kebijakan masa beliau dan Pak Jonan (Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan," ungkap Begin seperti keterangan tertulisnya yang diterima redaksi.

"Dan alhamdulillah, Jawa Barat sudah berhasil menjadi penerima PI pertama yang sekarang masuk fase pengelolaan. Beliau berkenan untuk memberikan overview tambahan orde baru tentang energi saat ini maupun ke depannya serta pengaruh kepada BUMD kira-kira positioning-nya seperti apa, baiknya bagaimana," sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro BUMD dan Investasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Noneng Komara mengatakan, pihaknya juga sudah menyiapkan rencana kerja BUMD pada 2020 ini. Khusus untuk PT MUJ, menurutnya sudah ada rencana bisnis yang cukip banyak.

"Tapi yang penting bagi kami, investasi akan menguntungkan atau tidak, harus benar-benar dikaji sama tim dan komite investasi," ujar Noneng.

Pihaknya meminta PT MUJ untik selalu memperhatikan prinsip good corporate good governance (GCG) sebagai syarat mutlak dari pemegang saham jika ingin melebarkan sayap bisnisnya. "Tetap kita minta GCG-nya. Bisnisnya juga tidak jauh dari core-nya," imbuhnya.

Diuraikan Noneng, berdasarkan catatan yang ada, pada 2018, PT MUJ berhasil membukukan laba bersih sebesar sebesar 7,85 juta dolar AS atau setara Rp 112,3 milliar dengan alokasi dividen sekitar Rp 37 miliar yang sudah disetorkan pada periode triwulan 1 2019. 

"Laba tahun 2019 juga diperkirakan tidak akan jauh berbeda. Adapun setoran deviden kedua dilakukan pada triwulan 1 tahun 2020," ujarnya.

Selain pengelolaan PI ONWJ, selama ini PT MUJ juga melakukan penyertaan modal/investasi pada lapangan-lapangan produksi dan kegiata

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA