Polrestabes Bandung dan Forkopimda Evaluasi Titik Rawan Bancana di Kota Bandung

Bandung Raya

Selasa, 14 Januari 2020 | 14:29 WIB

200114143525-polre.jpg

UNTUK menindaklanjuti antisipasi penanggulangan bencana di wilayah Kota Bandung, Polrestabes Bandung, bersama TNI, Pemerintah Kota Bandung dan instansi terkait melakukan evaluasi kawasan rawan bencana. Sebanyak lima titik rawan bencana banjir dan longsor di Bandung menjadi perhatian.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan pihaknya bersama instansi terkait yaitu, Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Balai Besar Wilayah Sungan (BBWS) Citarum, TNI, dan Brimob Polda Jawa Barat, telah melakukan rapat koordinasi. Rapat tersebut membahas kerawanan bencana alam di Kota Bandung.

"Kami beserta instansi terkait merumuskan langkah-langkah jangka pendek, terkait sinergitas antara TNI-Polri, maupun instansi lainnya untuk sama-sama melihat beberapa titik di rawan banjir," kata Irman, di Markas Polrestabes Bandung, Selasa (14 /1/2020.).

Sebelumnya, menurut Irman, BMKG telah menginformasikan mengenai curah hujan yang terjadi saat ini. Selain itu Indonesia juga terkena dampak Badai Tropis Claudia yang terjadi di Australia.

"Informasi dari BMKG kalau sudah selesai badainya kemungkinan itu akan terjadi curah hujan kembali di Kota Bandung. Oleh karena itu, bilamana ada beberapa titik lokasi rawan banjir, akan kita hadapi bersama bagaimana cara antisipasinya," kata Irman.

Irman mengatakan, ada lima titik rawan bencana banjir dan longsor menjadi perhatian. Pihaknya bersama instansi terkait akan melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat agar meminimalisir terjadinya banjir.

"Titik rawan banjir itu ada lima titik, Pagarsih, Gedebage, Pasteur, Rancasari, Padasuka-Cicaheum, terutama aliran Sungai Citepus yah, dan longsor di sekitaran Cidadap. Nanti juga ada upaya sosialiasi kepada masyarakat terutama di titik rawan banjir, supaya informasi kepada masyarakat lebih cepat," kata Irman.

Untuk mengantisipasi bencana banjir, kata Irman, pihaknya juga akan dibantu oleh Brimob Polda Jawa Barat. Sebanyak 2 per tiga personil akan diturunkan di di wilayah Jawa Barat untuk siaga bencana alam.

"Dari Brimob nanti 2/3 kekuatan untuk Jawa Barat, tentu kami akan menyesuaikan kondisional, situasional apabila terjadinya bencana yang ada di Kota Bandung," ucap dia.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA