Pemilik Lahan di Gang Apandi Braga Tawarkan Kompensasi

Bandung Raya

Senin, 13 Januari 2020 | 19:58 WIB

200113200122-pemil.jpeg

Yeni Siti Apriani

Suasana di dalam Gang Apandi, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (13/1/2020).

PEMILIK lahan seluas 3.400 meter persegi di dalam Gang Apandi, RW 08, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung berencana akan membuat benteng di ujung gang itu yang berbatasan dengan warga.

Rencananya, pemilik lahan pun akan memberikan kompensasi pada warta RT 3,4 dan 5 RW 8 Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung
tersebut.

"Meskipun bukan sebuah kewajiban, pemilik lahan berinisiatif untuk memberikan kompensasi bagi warga," ujar juru bicara pemilik lahan di dalam Gang Affandi, Irvan Ansori Mutaqin, di Jalan Braga, Senin (13/1/2020).

Dikatakannya, lahan tersebut berdasarkan data fisik dan yuridis dari Sertifikat HGB No. 747, No. 781, dan No. 782 Kelurahan Braga merupakan milik Josafat Winata. Rencananya, pemilik lahan akan melakukan pembentengan untuk mempertegas batas wilayah sesuai legalitas yang ada.

"Inti dari pemilik itu (membuat benteng, red) sebagai bentuk batas bahwa inilah lahan yang kami miliki. Kami tegaskan, pembentengan itu sebagai patok lahan agar jelas," ungkapnya.

Seperti diketahui, mulut Gang Apandi menghadap Jalan Braga. Sementara ujungnya berbatasan dengan rumah warga RT 4 dan RT 5/RW 8. Pembentengan akan dilakukan di ujung gang yang berbatasan dengan warga. Di kawasan ini akan ada dua titik benteng yang bakal dibangun yang jaraknya berdekatan.

Satu titik sepanjang 4 meter dan satu lagi 1,5 meter. Meski dibenteng, terdapat gang lain yang bisa menjadi lalu lintas warga. Warga bisa menggunakan Gang Cikapundung yang jaraknya sekitar 100 meter dari Gang Apandi. Selain menuju Braga, gang ini juga memiliki konektivitas ke
Bancuey. Selain itu juga terdapat jalur menuju Suniaraja.

Disinggung soal adanya kekhawatiran warga akan kesulitan akses bila terjadi bencana seperti kebakaran atau banjir, Irvan mengaku pihaknya tidak
keberatan jika terdapat situasi darurat benteng tersebut dibongkar.

"Sebagai tetangga yang baik kami enggak nahan-nahan. Kami akan selalu pertimbangan kepentingan bersama. Kami juga mempertimbangkan banyak hal supaya tetap berkomitmen bagi keberlangsungan aktivitas warga sekitar. Sebagai tetangga, tentu kami berupaya memberikan yang terbaik atas dasar kerukunan dan keguyuban antarwarga di wilayah ini," papar Irvan.

Terkait pembangunan lahan, Irvan mengaku belum mengetahui secara pasti kapan dan bakal dibangun apa di atas tanah tersebut.

"Saya sampaikan belum ada kepastian pembangunannya kapan dan bentuknya apa. Saat ini kami sampaikan akan berikan kompensasi, kalau pun ada pembangunan pasti nanti ada padat karya," ungkapnya.

Dana kompensasi daro Josafat ini juga akan diberikan bagi warga yang sempat menjalankan usaha di atas lahan itu. "Kami juga mempertimbangkan banyak hal supaya tetap berkomitmen bagi keberlangsungan aktivitas warga sekitar. Sebagai tetangga, tentu kami berupaya memberikan yang terbaik atas dasar kerukunan dan keguyuban antarwarga di wilayah ini," pungkas Irvan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA