Pendapatan PKL Cicadas Alami Penurunan, Akibat Penataan?

Bandung Raya

Minggu, 12 Januari 2020 | 20:10 WIB

200112200106-penda.jpg

Novi Janati Lestari

Suasana PKL Cicadas, Minggu (12/1/2020).

PKL Cicadas Kota Bandung mengalami beberapa perubahan setelah ditata oleh Pemkot Bandung. Terlihat tempat berjualan yang lebih rapi dan nyaman dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, ada juga perubahan dalam hal lain yang dirasakan oleh beberapa PKL. Salah satu PKL yang berjualan tas, Daday Mahdar mengungkapkan, ia mengalami penurunan pendapatan.

"Sekarang turunnya sekitar 80 persen. Tidak seperti dahulu pendapatannya. Setelah ditata jadi sepi sekali. Memang enak seperti ini, tetapi bagi yang lewat merasa panas. Awalnya ada tutupnya, ada terpal. Kalau sekarang banyak yang bilang mau ke Cicadas itu malas, panas,” ujarnya saat berbincang di kiosnya, Minggu (12/1/2020).

Namun, Daday menambahkan, tidak adanya terpal belum tentu menjadi penyebab penurunan pendapatan. Melainkan bisa juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi yang mungkin sedang dalam kondisi buruk.

Seorang PKL yang berjualan sweater, Dedi mengungkapkan penurunan omzet yang dialaminya. Namun menurutnya, penurunan omzet ini bukan disebabkan oleh adanya penataan
PKL.

“Biasa dapat omzet Rp 1 juta, bisa menurun 50 persen menjadi Rp 500 ribu sehari. Tapi omzet menurunnya bukan di sini saja. Ekonominya memang lagi turun semua, di daerah lain, di kota lain juga sama. Kebetulan pas ini ditata, omzet menurun, jadi sudut pandang orang melihatnya gara-gara ditata," sambungnya.

Berbeda dengan Daday dan Dedi, seorang PKL yang berjualan aksesoris handphone, Albizen mengungkapkan, ia tidak mengalami penurunan pendapatan.

"Sama saja, tidak ada perubahan, stabil saja seperti biasa. Kalau ditata seperti ini bagus, rapi, teratur, dan jalan juga besar," tambahnya.

Sementara itu, beberapa pembeli mengungkapkan, setelah dilakukan penataan, kawasan PKL Cicadas ini menjadi lebih bagus daripada sebelumnya. Seperti diungkapkan Elis dan Iqbal.

"Jadi bagus, kelihatan rapi, tidak kumuh seperti kemarin-kemarin. Kita juga jalannya enak, lebih luas. Kalau tidak ada terpal memang panas sih. Ada sisi baik dan buruknya, memang kalau panas jadi kepanasan dan hujan jadi kehujanan, tapi kalau menurut saya lebih bagus seperti ini," terang Elis.

"Pertama, lebih bagus dan kesannya lebih rapi. Kedua, kalau saya lihat jalan sekarang lebih besar jadi untuk pejalan kaki lebih nyaman. Cuma memang kalau lihat suasana agak sepi kelihatannya dari yang dulu, mungkin karena jalannya jadi lebih gede," timpal Iqbal.

"Mudah-mudahan juga ini jadi alternatif belanja untuk orang Bandung, bahwa tidak selamanya PKL itu kumuh. Dengan ditata seperti ini, mudah-mudahan juga jadi salah satu objek wisata untuk belanja murah di Bandung," pungkas Iqbal.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA