Dishub Bandung Gencar Tertibkan Skuter Listrik

Bandung Raya

Minggu, 12 Januari 2020 | 17:07 WIB

200112170428-dishu.JPG

Darma Legi

DINAD Perhubungan (Dishub) Kota Bandung terus melakukan pemantauan terhadap skuter listrik. Pasalnya, masih kerap ada yang membandel dengan turun ke jalan raya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara mengatakan, pihaknya bersama kepolisian tengah gencar melalukan penertiban skuter listrik. Dengan demikian, diharapkan tidak ada warga yang turun ke jalan.

"Kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk lebih gencar melakukan penertiban skuter listrik. Jangan dulu ke jalan raya kalau aturannya belum jelas," ungkapnya di Terminal Leuwipanjang, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Minggu (12/1/2020).

Untuk menimbulkan efek jera, pihaknya bersama jajaran kepolisian mengangkut tiga skuter listrik beberapa waktu yang lalu. Penertiban ini dilakukan bersama dengan penertiban parki liar di Jalan Purnawarman.

Dikatakannya, penggunaan skuter listrik hanya diperbolehkan di titik-titik tertentu seperti mal atau pemukiman masyarakat. Sementara untuk penggunaan di jalan raya dilarang, karena dinilai dapat menimbulkan kecelakaan.

"Skuter listrik ini jika digunakan sebagai kendaraan, membuat tidak nyaman baik untuk pengendaranya maupun orang lain. Seperti tidak ada lampu sein (penunjuk arah), tidak boleh berboncengan dan lain sebagainya," tuturnya.

Asep menerangkan, munculnya skuter listrik di Kota Bandung, tanpa adanya koordinasi baik dengan Dishub maupun pihak kepolisian. Sementara titik penyewaannya telah tersebar di Kota Bandung.

Namun dengan mulai ramainya skuter listrik yang masuk ke jalan raya, pihaknya melakukan jemput bola ke penyedia jasa transportasi tenaga listrik tersebut. Hal tersebut, terkait meminta perizinan, rute, pengawasan dan lain sebagainya.

"Tapi ketika datang ke sana, mereka tidak bisa menunjukkan dan bingung. Maka kami bersama kepolisian dan Dishub Jabar berkomitmen untuk tidak boleh digunakan di jalan raya," ucapnya.

Ia menuturkan, penertiban tersebut bukan untuk menghalangi investasi di kota berjuluk Parisj van Java. Akan tetapi, dapat lebih dulu diurus terkait perizinan dan regulasinya, dalam rangka memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun penggunan jalan raya.

"Tentu kami menerima akan adanya inovasi, tapi harus juga ada regulasinya. Apalagi skuter listrik ini ramah lingkungan, karena menggunakan listrik," tambahnya.(rio)**

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA