Rumput Vetiver Dapat Mencegah Erosi dan Pendangkalan Sungai

Bandung Raya

Minggu, 12 Januari 2020 | 13:34 WIB

200112134000-rumpu.jpg

Engkos Kosasih

TANAMAN rumput vetiver terlihat tumbuh subur di bantaran Sungai Citarum (Oxbow Sungai Citarum) Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Rumput vetiver dapat mencegah erosi dan terjadinya pengendapan sedimentasi di aliran Sungai Citarum.

Lebih dari 19.500 pohon vetiver yang ditanam pada lahan bantaran Sungai Citarum seluas 9.000 meter persegi. Rumput vetiver yang berasal dari Ciamis itu, kini sudah berusia 15 bulan dan sudah tumbuh subur setinggi 1,5-2 meter.

Bandep Ur. Lingkungan Strategis Nasional pada Deputi Bidang Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas Brigjen TNI Yudi Zanibar mengatakan, rumput vetiver yang ditanam di bantaran Sungai Citarum (Oxbow Sungai Citarum) yang masuk kawasan Sektor 6 Satgas Citarum Harum sangat luar biasa manfaatnya untuk kelestarian lingkungan.

"Tanam rumput vetiver ini sebagai solusi tanah tidak rentan longsor," kata Yudi didampingi Komandan Sektor 6 Satgas Citarum Harum Kolonel Arh Dodo Irmanto kepada wartawan di sela-sela meninjau tanaman rumput vetiver di Oxbow Sungai Citarum Baleendah yang berbatasan dengan Kecamatan Bojongsoang, Minggu(12/1/2020).

Yudi mengatakan, menanam rumput vetiver itu karena akarnya sangat kuat sekali dan bisa tembus dengan kedalaman 2 meter.

"Akar rumput vetiver ini kekuatannya sama dengan kawat baja. Saya tak mampu mencabut dan mengeluarkannya karena kuatnya akar vetiver ini," kata mantan Komandan Sektor 6 Satgas Citarum Harum ini.

Menurutnya, sebelumnya rumput vetiver ini ditanam sebanyak 14 pohon pada setiap meternya. Saat ini, tanaman rumput vetiver tersebut sudah tumbuh subur dan menghijaukan bantaran Sungai Citarum.

Tanaman sejenis itu rencananya akan ditanam secepatnya di lokasi rawan bencana banjir bandang dan longsor di kawasan Jasinga Lebak dan Bogor. Penanaman tanaman vetiver itu akan diprioritaskan pada kemiringan lahan di atas 30 derajat lebih yang rawan erosi.

"Secepatnya akan ditanam di Jasinga Lebak yang berbatasan dengan Bogor, mumpung memasuki musim hujan. Dengan menanam tanaman vetiver ini memberikan nutrisi pada tanaman lainnya di sekitar tanaman vetiver yang dapat tumbuh subur," ungkapnya.

Ia mengatakan, penanaman rumput vetiver di bantaran Sungai Citarum itu merupakan yang pertama dan dijadikan model sejauh mana penanganan dampak banjir.

"Akar rumput vetiver itu sekuat kawat baja, sangat baik untuk penanggulangan banjir. Rumput vetiver susah dicabut karena akarnya sangat kuat," katanya.

Bahkan tanaman rumput vetiver, imbuh Yudi, sempat dibahas oleh Presiden, Panglima TNI, Menteri PUPR, Kepala BNPB saat meninjau lokasi bencana banjir dan longsor dan banjir di Bogor dan Lebak Banten.

"Itu dibahas saat inpeksi udara melihat kawasan longsor dan banjir di Jasinga Lebak dan Bogor. Saat itu, dalam pantauan tanah longsor akibat tergerus air saat terlihat di atas pesawat dan beliau (Presiden, Panglima TNI, Menteri PUPR dan Kepala BNPB) berdiskusi membahas solusi tanah tidak rentan longsor," paparnya.

Untuk itu, katanya, pihaknya akan menindaklanjuti keinginan presiden untuk menanam rumput vetiver dalam penanggulangan dampak banjir.

Di tempat sama, Komandan Sektor 6 Satgas Citarum Harum Kolonel Arh Dodo Irmanto mengatakan, menanam rumput vetiver di bantaran Sungai Citarum sangat luar biasa manfaatnya karena mampu mencegah erosi.

"Akarnya mampu menembus tanah sedalam 2-3 meter. Bahkan kalau tidak ada hambatan bisa menembus sedalam 6 meter. Bahkan akar rumput vetiver bisa menembus bebatuan. Akar vetiver ini bisa msnahan tanah tak erosi," kata Dodo.

Menurutnya, akar rumput vetiver dapat memberikan nutrisi bagi tanaman lainnya di sekitarnya yang bisa tumbuh subur. "Banyak tanaman tumbuh subur dan rimbun di sekitar tanaman rumput vetiver," ucapnya.

Dodo mengatakan, tanaman rumput vetiver ini dapat berfungsi untuk mengantisipasi longsor. Kemudian ditanam di bantaran sungai dapat mencegah terjadinya sedimentasi masuk ke Sungai Citarum.

"Sebelum ada penanaman rumput vetiver, beberapa waktu lalu tejadi pendangkalan akibat sampah dan sedimentasi di Sungai Citarum. Namun saat ini, sampahnya sudah kita angkat. Yang jelas tanaman vetiver dapat mencegah sedimentasi di sepanjang aliran sungai," ungkapnya.

Ia mengatakan, rumput vetiver yang sudah ditanam itu berusia 15 bulan dengan ketinggian 1,5-2 meter. "Akar tanaman vetiver ini bisa menjadi penjernih air. Hal itu setelah dicoba menanam vetiver di atasnya ada media air dan dipasang pot terapung. Akarnya dapat menyedot racun di sekitarnya. Bahkan akarnya memberikan nutrisi tanaman lainnya," katanya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA