Januari-Februari Puncak Musim Hujan, Warga Cimahi Diminta Waspada DBD

Bandung Raya

Minggu, 12 Januari 2020 | 11:56 WIB

200112120411-janua.jpg

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD) pada musim penghujan. Apalagi kasus DBD di Kota Cimahi pada tahun 2019 kemarin dilaporkan mencapai 1.052 kasus, dan 4 orang diantaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinkes Kota Cimahi, kasus terbanyak terjadi pada Januari 2019 yang mencapai 382 orang, 2 orang diantaranya meninggal dunia. Disusul Februari 2019 yang mencapai 204 kasus, 1 orang meninggal dunia. Bulan Maret ada 106 kasus, April 66 kasus, Mei 51 kasus, Juni 64 kasus, Juli 51 kasus, Agustus 29 kasus, September 27 kasus, Oktober 8 kasus, November 15 kasus, dan Desember 19 kasus, 1 orang diantaranya meninggal dunia.

"Januari dan Februari jumlah kasusnya paling banyak, karena puncaknya musim hujan, jadi populasi nyamuk bertambah," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Romi Abdurakhman, melalui stafnya Eka Febriana saat dihubungi, Minggu (12/1/2020).

Atas temuan DBD yang terus didapat, pihaknya meminta masyarakat Kota Cimahi agar lebih memperhatikan kebersihan. Salah satunya dengan tidak membiarkan genangan air, sebab genangan itu menjadi salah satu tumbuhnya jentik nyamuk penyebar DBD.

"Saat musim hujan seperti saat ini kemungkinan terjadinya penyakit DBD semakin besar. Pasalnya, genangan air menjadi habitat ideal untuk berkembangnya nyamuk penyebab DBD," terangnya.

Guna mencegah peningkatan kasus DBD, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan persiapan. Seperti terus menggalakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dinkes Kota Cimahi sudah memiliki konsep baru dalam melakukan PSN, yakni dengan dengan membentuk kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di setiap rumah. Kadernya tentu saja salah satu anggota keluarga di setiap rumah.

"Ya seperti biasa imbauan ke PKM (Puast Kesehatan Masyarakat) untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan kasus DBD, terutama di musim hujan. Mengaktifkan dan menggiatkan kembali PSN melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik (G1R1J)," terangnya.

Agar terhindar dari penyakit yang bisa merenggut jiwa itu, warga harus melakukan gerakan yang dikenal 3 M plus yakni menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air.

Sedangkan, plusnya adalah mencegah perkembang biakan nyamuk dengan memelihara ikan pemakan jentik, memasang kasa, mengatur ventilasi, serta pencahayaan di dalam ruangan.

"Selain itu hindari menggantung pakaian, gunakan obat anti nyamuk, ganti air di vas bunga, ganti air minum kalau memelihara burung, pokoknya jangan sampai ada tempat untuk air menggenang," imbuhnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA