Oded Mohon Maaf Jika Ada Warga Dirugikan Pada Proses Pembangunan Rumah Deret Tamansari

Bandung Raya

Sabtu, 14 Desember 2019 | 15:02 WIB

191214150456-oded-.jpg

Humas Setda Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Oded M Danial

WALI Kota Bandung, Oded M. Danial memohon maaf kepada seluruh warga yang merasa dirugikan saat proses pengamanan aset di Tamansari, Kamis (12/12/2019) lalu.

"Saat pengamanan aset saya tahu ada yang terluka baik dari pihak aparat maupun warga. Bahkan masyarkat ada yang merasa terganggu. Karenanya saya meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan," ujar Oded kepada wartawan Sabtu (14/12/2019).

Oded mengatakan, pengamanan aset tersebut harus segera  dilakukan agar proses pembangunan rumah deret (riset) Tamansari segera dilakukan. Mengingat ratusan warga yang sudah setuju atas pembangunan ini sudah lama menunggu.

"Beberapa warga sudah datang kepada saya dan meminta agar pembangunan segera dilakukan. Karena semua proses sudah dilakuan dan waktu yang panjang juga sudah diberikan kepada mereka yang tidak setuju," paparnya.

Oded menyesalkan adanya tindakan kekerasan yang sempat terjadi saat pengamanan aset tersebut. Oded mengaku lebih menyukai pendekatan  dengan cara mediasi.

"Selama ini kita sudah menggunakan cara mediasi. Bahkan mereka yang menolak pembangunan diberi kesempatan untuk menempuh jalur hukum," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Pertanahan  dan Pertamanan kota Bandung, Dadang Dharmawan mengatakan masih ada 6 kepala keluarga lagi yang menolak pembangunan rudet, dan empat keluarga akan menggugat ke PTUN.

Seperti diketahui jumlah keluarga yang setuju dengan pembangunan rudet ini sebanyak 176 kepala keluarga dari jumlah seluruh warga yang tinggal sebanyak 192 kepala keluarga.

"Karena mayoritas warga setuju dengan pembangunan ini, kami harus segera merealisasikannya," kata Dadang

Selain itu, sesuai dengan UU No 1 Tahun 2011, tentang kawasan dan permukiman, sudah menjadi kewajiban Pemkot Bandung untuk menyediakan hunian yang layak bagi warganya.

"Jadi tujuan kami membangun rumah deret adalah untuk memberikan hunian yang layak bagi warga," katanya.

Namun sebelum membangun bangunan baru, tentunya bangunan lama harus dihilangkan dulu.
Selain itu, legalitas yang dimiliki Pemkot atas lahan tersebut belum berupa sertifikat, lantaran untuk membuat sertifikasi, lahan yang dimiliki, harus dikuasi pemilik.
Sekarang, setelah pengamanan aset, yang akan dilakuan Pemkot adalah membersihkan puing dan pematangan lahan.

"Untuk selanjutnya dibangun rumah dengan berbagai tipe, yang akan diperuntukkan bagi warga sebelumnya," terang Dadang.

"Mereka bisa menempati rumah itu selama yang mereka inginkan," tambah Dandang.

Untuk warga luar, akan dibangun tahap dua. Namun, mereka hanya bisa menempati rumah selama 20 tahun. Setelah itu, mereka harus bisa mandiri mencari pemukiman sendiri.

"Kami asumsikan selama 10 tahun mereka bisa mengumpulkan uang sendiri untuk membayar uang muka rumah," tutur Dadang.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA