Sekadar Catatan Kecil, Kota Bandung dengan Sejumlah Permasalahannya

Bandung Raya

Sabtu, 14 Desember 2019 | 10:25 WIB

191214063923-sekad.jpg

MENELUSURI seluk beluk Kota Bandung, sungguh memiliki keasikan dan keunikan tersendiri. Betapa tidak, kota yang dulunya dikenal dengan sebutan Parisj van Java ini ternyata selain banyak potensi positifnya, juga merebak kondisi negatifnya.

Untuk keunggulan Kota Kembang rasa-rasanya semua yang pernah datang ke Bandung pasti sudah tahu, sampai-sampai Bandung dijuluki sebagai surga kuliner, belanja dan objek wisata yang sangat populer di Tanah Air. Tak berlebihan bila di setiap akhir pekan maupun liburan hari nasional, Kota Bandung disesaki pengunjung atau wisatawan yang datang dari berbagai tempat di Tanah Air.

Di tengah keinginan Pemerintah Kota Bandung menjadikan sektor pariwisata dan jasa sebagai andalan dalam meraih pendapatan asli daerah (PAD), masih banyap persoalan yang mesti diselesaikan. Sejatinya, peningkatan PAD dari dua sektor tersebut harus diikuti pula oleh perbaikan infrastruktur, sarana dan prasarana kota.

Berdasarkan catatan galamedianews.com, infrastruktur, sarana dan prasarana kota, masih menjadi bagian yang dikeluhkan warga Kota Bandung maupun masyarakat pendatang. Mereka kebanyakan mengeluhkan tentang kemacetan yang sekarang sudah menjadi santapan keseharian warga. Belum lagi persoalan persoalan lain terkait jalan rusak, penataan pedagang kaki lima (PKL), banjir cileuncang, penataan transportasi, penanganan sampah, dll.

Salah satu contoh konkret yang paling nyata dan ada di depan mata adalah bagaimana ketidakseriusan atau bisa dikatakan ketidak mampuan Pemkot Bandung dalam  menghadirkan angkutan massal (mass transportation) sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan. Jangankan untuk membuat nyaman pengguna angkutan massal melalui kehadiran Trans Metro Bandung (TMB) yang bersifat komuter, dalam penyediaan selter TMB pun sampai sekarang masih terkatung-katung.

Sejak dioperasikannya TMB sampai sekarang, masalah selter tak pernah kunjung selesai (lihat bagaimana kondisi selter di sepanjang Jalan Soekarno Hatta). Padahal keberadaan selter tersebut sangat penting, agar para pengguna TMB merasa nyaman, aman dan terperhatikan haknya sebagai warga. Akibat tidak memadai infrastruktur, sarana dan prasarana transportasi massal tersebut, akhirnya banyak warga yang enggan menggunakan TMB dan lebih memilih mengendarai motor atau mobil pribadi. Dampaknya kemacetan pun tak dapat dihindarkan.

Kemacetan yang terjadi semakin bertambah parah dengan banyaknya PKL yang memenuhi badan jalan, pengguna jalan yang tidak disiplin berlalu lintas, kondisi jalan yang rusak, banyaknya pembangunan sentra bisnis yang kurang memperhatikan fungsi dan estetika kota, terjadinya banjir cileuncang, dll. Melihat kondisi terkini yang menjadi santapan keseharian warga tersebut, tentunya banyak di antara mereka yang akhirnya cape hate dengan realita aneh tapi nyata ini.

 

 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA