BPBD Bangun Jembatan Darurat di Lokasi Longsor Gununghalu

Bandung Raya

Jumat, 13 Desember 2019 | 19:49 WIB

191213194822-bpbd-.jpg

Dicky Mawardi

BPBD KBB mengecek lokasi longsor di Gununghalu, Jumat (13/12/2019).

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat akan membangun jembatan darurat di atas kubangan lumpur yang menutup badan jalan desa di Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat. Jembatan terbuat dari anyaman bambu dengan panjang sekitar 70 meter.

"Lumpur yang menutup badan jalan sangat tebal, sulit untuk dibersihkan secara manual. Butuh waktu cukup lama untuk membersihkannya, sehingga bakal menggangu aktivitas warga setempat," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo di Ngamprah, Jumat (13/12/2019).

Sejak jalan desa tertutup lumpur dari longsoran tanah Bukit Cisarongge, aktivitas warga Kampung Lembur Awi dengan Kampung Hegarmanah menjadi terganggu. Sebelumnya diberitakan, ketinggian lumpur yang menimbun sawah dan badan jalan diperkirakan ada yang mencapai 7 meter.

"Jembatan darurat menjadi prioritas pertama kami agar aktivitas warga kedua kampung kembali normal. Selanjutnya kami juga akan memasang slang air bersih ke rumah warga," ujarnya.

Ia mengungkapkan, slang air yang akan dipasang sebanyak 2 roll. Dimana 1 roll slang memiliki panjang 100 meter sehingga total panjang slang yang akan digunakan untuk menyalurkan air bersih mencapai 200 meter.

"Tidak hanya slangnya saja, sekaligus juga dengan torennya," ucap Duddy.

Bencana alam tanah longsor yang terjadi Jumat pekan lalu, selain menimbun sawah dan jalan juga merusak pipa air bersih. Akibat kejadian itu, penyaluran air bersih kepada 23 kepala keluarga (KK) terganggu.

Bukan hanya air bersih, selokan yang berada di pinggir jalan ikut tertimbun lumpur. Air yang mestinya mengairi sekitar 20 hektare areal pertanian jadi terganggu.
Tidak hanya itu, air yang berasal dari selokan dan pipa menyebabkan material lumpur terus basah dan lengket. Mempersulit pengangkatan lumpur yang menutup badan jalan.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA