Dukung "Sanlex Heritage Run", Pemkot Bandung Kembangkan Sport Tourism

Bandung Raya

Jumat, 13 Desember 2019 | 18:56 WIB

191213185709-dukun.jpg

Irwina Istiqomah

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung berupaya mengembangkan sektor pariwisata menjadi daerah dengan segudang destinasi wisata kelas dunia. Tidak hanya sekedar wisata belanja dan kuliner, pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism pun akan digalakkan.

Pengembangan sport tourism membutuhkan kerja kolaboratif, termasuk dari dunia usaha. Pasalnya, konsep penggabungan pariwisata dengan olahraga bisa mendatangkan turis.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kenny Kaniasari mengapresiasi kegiatan "Sanlex Heritage Run" yang akan digelar pada Minggu (15/12/2019) di kawasan Braga.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sport toursm.

"Kalau bicara pariwisata, ini masuk ke sport tourism. Kita dukung dan tahun depan nanti ada beberapa even juga. Karena kalau kegiatannya rutin pasti dicari oleh penyuka lari. Semakin banyak peserta maka bisa menarik banyak wisatawan juga dari luar daerah dan luar negeri," ujarnya di De Braga, Jumat (13/12/2019).

Diberi nama heritage, lanjut Kenny, lantaran Kota Bandung memiliki banyak bangunan bersejarah. Sebagai tindak lanjut kolaborasi bersama Sanlex, bangunan heritage yang berada di sepanjang Braga (panjang) akan dilakukan pengecatan.

"Nanti kita minta bantuan dari Tim Ahli Cagar Budaya untuk menginventarisir bangunan heritage di Braga (panjang) untuk kita lakukan perawatan seperti pengecatan. Kita koordinasi dengan pemilik atau pengelola bangunan. Ini kan dalam rangka mempercantik kawasan Braga," tuturnya.

Marketing Manager PT Rajawali Hiyoto, J. Agus Budisaksono menambahkan, peserta lari ditargetkan mencapai 2.000 orang dari berbagai daerah. Kedatangan para peserta tersebut dianggap bagus untuk pariwisata di Kota Bandung sehingga dikenal lebih luas.

"Di Bandung banyak bangunan heritage dan kami ingin membuat gesung-gedung bersejarah tampil lebih baik," katanya.

Kota Bandung memiliki total 1.700 bangunan cagar budaya. "Kerja sama ini tidak hanya di kawasan Braga saja. Bangunan yang menarik kan bisa mendatangkan banyak wisatawan," ucapnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA