Polemik Pembangunan Rumah Deret Tamansari Harus Dituntaskan Secara Dialogis

Bandung Raya

Jumat, 13 Desember 2019 | 16:04 WIB

191213160329-polem.jpg

dok

Alat berat merubuhkan bangunan saat proses pengosongan RW 11 Tamansari, Bandung, Kamis (12/12/2019).

KOMISI C DPRD Kota Bandung meminta polemik pembangunan Rumah Deret Tamansari, diselesaikan secara dialogis. Langkah itu perlu dilakukan agar kedua pihak mendapatkan titik temu.

"Kami berharap ada titik temu, dengan prinsip bisa dibicarakan satu sama lain. Dengan tetap menjunjung proporsional dan hukum yang ada," ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung, Yudi Cahyadi di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Kota Bandung, Jumat (13/12/2019).

Menurutnya, proses pembangunan Rumah Deret Tamansari sudah berlangsung cukup lama. Bahkan penertiban telah dilakukan sejak 2017 lalu. Ia mengingatkan, prinsipnya yakni bukan semata-mata menggusur tapi penataan.

"Konsepnya adalah penataan, karena masyarakat RW 11 yang direlokasi akan kembali lagi. Dengan kondisi yang sudah ditata," katanya.

Diakuinya, terkait relokasi warga Tamansari, memang menimbulkan persoalan. Salah satunya soal adanya keberatan akan jauhnya Rancacili sebagai tempat relokasi hingga persoalan jauhnya kerja dan anak bersekolah.

Yudi mengimbau kepada Pemkot Bandung untuk segera melengkapi semua persyaratan administratif, aset lahan Tamansari tersebut.

"Bukan hanya Tamansari tapi juga semua aset Pemkot Bandung. Sehingga kedepannya tidak ada lagi klaim dari perorangan atau siapapun," ujarnya.

Disinggung terkait pembangunan Rumah Deret Tamansari yang ditarget pada 2020 mendatang, pihaknya berharap bisa dimaksimalkan pembangunannya pada satu tahun kemudian.

"Bukan hanya Tamansari tapi juga penataan kawasan kumuh di wilayah lainnya di Kota Bandung. Dengan harapan dapat membuat masyarakat tinggal lebih nyaman," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berjanji akan memfasilitasi warga yang terdampak pembangunan Rumah Deret Tamansari. Termasuk berkomitmen untuk memberikan fasilitas yang sama, meski mereka tidak termasuk dalam daftar 176 Kepala Keluarga (KK) yang sepakat pembangunan rumah deret.

Lebih jauh, Oded dan warga sepakat akan menyewa rumah di sekitar Kelurahan Tamansari. Pemkot Bandung memberikan fasilitas kontrak rumah selama satu tahun penuh.

"Kami sudah ngobrol. Jadi solusi pertama, insyaallah mereka akan cari kontrakan masing-masing karena mereka tidak mau pindah ke Rancacili. Kami sudah sepakati, sama dengan yang lain," tuturnya.

Dikatakannya, warga juga sudah sepakat dengan rumah deret. "Mereka juga sudah siap mengikuti kebijakan dari kami. Tapi terpenting mereka dapat kontrakkan dulu," ucapnya.

Ia juga meminta warga yang terdampak untuk sedikit bersabar, sebelum nantinya kembali menempati rumah deret Tamansari. Terutama terhadap 176 KK yang sudah sepakat dengan pembangunan rumah deret.

"Insyaallah pembangunan ini akan kami minta dipercepat penyelesaiannya," tandas Oded.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA