Kecewa Jalan Dibiarkan Rusak, Warga Tanam Batang Pohon Pisang

Bandung Raya

Kamis, 12 Desember 2019 | 19:26 WIB

191212192348-kecew.jpg

Ziyan Muhammad Nasyith

DIDUGA kecewa karena jalan pengubung antar kampung tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah, warga menanam puluhan pohon pisang di tengah jalan berlubang yang tergenang air di Desa/Kec. Sindangkerta, Kab. Bandung Barat.

Di jalan yang berstatus jalan kabupaten itu, warga menanam puluhan batang pohon pisang. Tidak hanya itu, warga juga menuliskan kalimat yang menjadi ungkapan kekesalan akibat minimnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat

Beberapa tulisan yang dibuat dan digantungkan di pohon pisang seperti, "Kemana Pemimpin Kami", "Apakah Pemimpin Kami Pura-pura Buta dan Tuli", "Kami Butuh Pemimpin yang Amanah", "Jalan Terbengkalai Sudah Empat Periode", dan "Bukankah Jadi Pemimpin Itu Harus Amanah".

Salah seorang warga, Didin (30) mengaku selama ini banyak warga yang mengeluh soal rusaknya jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan yang kondisinya berlubang sepanjang 500 meter tersebut, karena banyak kejadian warga terjatuh saat naik motor.

"Awalnya jalan itu sering dilewati truk tambang, tapi sekarang sudah lama tambang itu tidak aktif. Banyak warga yang kecewa dan menuntut pemerintah segera memperbaiki jalan ini, karena sudah lama juga tidak diperbaiki," ungkap Didin di Desa Sindangkerta, Kamis (12/12/2019).

Warga lainnya Saiful Rachman (40) mengatakan, sejak dirinya masih kuliah pada 2009 lalu jalan tersebut sudah rusak. Ironisnya, sampai sekarang jalan tersebut seperti yang tidak pernah tersentuh perbaikan. Itu yang memicu pada akhirnya warga menumpahkan kekesalannya dengan melakukan aksi kreatif menanam pohon pisang di jalan yang rusak.

"Ya wajar kalau akhirnya warga kesal dan kecewa, karena sudah terlalu lama jalan itu tidak tersentuh perbaikan. Dari sejak saya masih kuliah tahun 2009 sampai sekarang saya sudah bekerja dan berkeluarga, kondisinya masih sama, bahkan lebih parah," kata Saiful.

Sementara itu warga lainnya Rizal (26) mengaku tidak mengetahui siapa yang menanam pohon pisang itu. Namun menurutnya, pohon itu pertama kali dilihatnya, Rabu (11/12/2019) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Saya tidak tahu siapa yang menanam, tahu-tahu sudah seperti itu saja, kemungkinan ditanamnya malam atau dini hari," ujar Rizal.

Rizal menduga, adanya pohon pisang di tengah jalan tersebut merupakan bentuk kekecewaan warga karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki dan terkesan dibiarkan. Padahal, jalan tersebut menjadi penghubung antar kampung.

"Jalan ini menjadi penghubung antara Kampung Malaka dan Kampung Peusing, jalannya rusak dan becek kalau hujan. Membahayakan juga untuk pengendara sepeda motor yang melintas" katanya.

Banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh karena ban kendaraannya selip saat melewati jalan bebatuan disana. Kondisi ini diperparah saat hujan mengguyur, karena batu yang tergilas akan menjadi licin dan sebagian jalan berlubang tergenang air.

Perwakilan BPD Wilayah Dusun 2 Desa Sindangkerta, Arif Rahman menyebutkan, atas munculnya aksi tanam pohon pisang di jalan, dilakukan rapat koordinasi antara BPD dan Pemerintah Desa Sindangkerta.

Hasil dari rakor tersebut, kata Arif, jalan penghubung Malaka-Majelis secara legalitas status jalan tersebut adalah jalan kabupaten. Jalan rusak itu berada di wilayah Dusun 2 Kampung Cibungur RT 03/02 yang panjangnya kurang lebih 500 meter dengan lebar 5 meter.

"Aksi menanam pohon itu sebagai demo idiologi secara kreatif dan santun yaitu dengan menanam pohon pisang di bagian jalan yang berlubang," kata Arif.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA