Pemkot Bandung Optimistis Rumah Deret Tamansari Rampung Sesuai Target

Bandung Raya

Kamis, 12 Desember 2019 | 17:42 WIB

191212174207-pemko.jpg

Ginanjar Arief Pratama

Alat berat merubuhkan bangunan saat proses pengosongan RW 11 Tamansari, Bandung, Kamis (12/12/2019). Eksekusi yang dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Bandung itu, sempat diwarnai kericuhan antara petugas dan warga yang menolak dan bertahan di lahan tersebut.

KEPALA Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan memastikan pembangunan rumah deret Tamansari bisa selesai sesuai target rencana. Menurutnya, hal itu sebagai wujud komitmen Pemkot Bandung dalam menangani kawasan kumuh. 

Apalagi, sebanyak 176 warga telah lama menunggu pembangunan rumah deret tersebut. Menurutnya, gugatan yang dilayangkan oleh warga sebelumnya sudah inkrah di Mahkamah Agung dengan dimenangkan oleh Pemkot Bandung.

Sehingga SK Kepala DPKP3 Nomor 538.2/1325A/DPKP3/2017 tentang Penetapan Kompensasi Bangunan, Mekanisme Relokasi dan Pelaksanaan Pembangunan Rumah Deret Tamansari sah secara hukum.

"Setelah pengamanan aset lalu pemagaran. Setelah itu, pematangan lahan dan dilanjutkan pembangunan," ungkapnya di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (12/12/2019).

Dikatakannya setelah aset lahan tersebut diamankan, akan diserahkan kepada kontraktor. Kemudian diterbitkan surat penyerahan lapangan (SPL) dengan kontraktor.

"Mulainya berarti nanti setelah SPL keluar, ke depan selama enam bulan. Karena kontrak dan hal lainnya sudah keluar," ujarnya.

Dadang mengatakan, pihaknya akan mengawasi proses pembangunan agar berjalan tepat waktu. Pasalnya, 176 warga RW 11 Tamansari yang sudah sepakat menunggu untuk segera menempati rumah deret.

"Tugas kami terus mendorong kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan. Ini sebagai bukti itikad Pemkot Bandung meningkatkan kesejahteraan warga dengan penataan kawasan kumuh," katanya.

Sementara itu, warga RW 11 Kelurahan Tamansari yang setuju dengan langkah Pemkot Bandung, menyambut baik kedatangan tim yang akan memulai pembangunan rumah deret. Warga mengaku telah lama menunggu momen ini.

"Dengan dasar kesadaran ini tanah pemerintah kota, kami setuju dengan program ini (pembangunan rumah deret). Kami sudah lebih dari 97 persen warga yang sudah setuju," Mantan ketua RW 11, Syahroni.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Yudi Daryudi yang mengaku sudah menantikan Pemkot Bandung memulai pembangunan. Ia dan keluarga besarnya yang sudah tinggal lebih dari 20 tahun di lokasi tersebut, dan ingin segera kembali berdomisili di RW 11 Tamansari.

"Ini hal yang ditunggu-tunggu, karena bisa lebih baik kondisinya. Lihat sendiri, ini daerahnya kumuh dan lingkungannya tidak sehat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 07/RW 11 Kelurahan Tamansari, Rindan Ramdani berharap tidak ada lagi gangguan dari oknum yang menghambat proses pembangunan rumah deret.

"Mudah-mudahan lancar dan tidak ada kejadian apa pun. Terus pembangunan rumah deret dilanjutkan dan sekarang yang mengontrak di wilayah sini bisa balik lagi," terangnya.

Rindan menuturkan, sebagian besar warga di lingkungannya sudah mengetahui rencana pembangunan rumah deret bahkan saat Kota Bandung masih dipimpin oleh Dada Rosada. Warga juga memahami apabila lahan yang ditempatinya merupakan milik pemerintah.

"Sebagian besar warga yang tinggal di sini sadar, bahwa kami menempati tanah Pemkot. Dari zaman Pak Dada mau ada rencana dibuat rutilahu dan rusun, karena di wilayah kita sebgian besar di satu rumah ada 2-3 Kepala Keluarga. Jadi sebetulnya buat kesejahteraan warganya juga," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA