Cegah Maraknya Petasan Jelang Tahun Baru, Satpol PP Cimahi Gelar Patroli Sehari Tiga Kali

Bandung Raya

Rabu, 11 Desember 2019 | 18:21 WIB

191211181923-cegah.jpg

tenplay.com.au

ilustrasi

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Cimahi antisipasi maraknya peredaran petasan menjelang perayaan Tahun Baru 2020. Salah satunya mengintensifkan patroli rutin, guna mencegah penjualan barang yang membahayakan tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Operasi (Dalops) Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Uus Saepudin mengatakan, penggunaan petasan dan kembang api mem‎ang telah menjadi tradisi sebagian warga dalam merayakan hari besar tersebut. Meski hal itu dilarang.

"Kami akan berupaya meminimalisasi penggunaan petasan dan kembang api oleh warga di perayaan malam tahun baru. Kami akan intensifkan patroli rutin," katanya di Pemkot Cimahi Jln. Demang Hardjakusumah, Rabu (11/12/2019).

Penghalauan tersebut, ditambahkan Uus, dengan cara menurunkan personelnya untuk berpatroli sehari tiga kali ke semua sudut Kota Cimahi.

"Kalau patroli rutin setiap pagi, siang, dan malam. Sekali patroli satu regu dengan jumlah personel 16 sampai 17 orang. Kalau petasan kan dilarang. Tapi sampai sekarang belum terlihat (yang berjualan petasan). Biasanya mulai tanggal 25 sudah ramai," ungkapnya.

Adapun jika nanti personelnya menemukan adanya barang tersebut, maka akan langsung disita dan dimusnahkan.
"Kalau kembang api kan tidak dilarang. Asal jangan petasan aja. Kalau dia jualan petasan pasti kita ambil," terang Uus.

Selain penjualan petasan, Satpol PP Kota Cimahi juga mrngantisipasi maraknya pedagang kaki lima (PKL) jelang Natal dan Tahun Baru.

Beberapa kawasan yang jadi fokus pengawasan kemunculan PKL musiman, diantaranya Jalan Gatot Subroto, Jalan Amir Mahmud, Jalan Gandawijaya, dan Jalan Mahar Martanegara. Sebab kawasan tersebut merupakan zona merah terlarang untuk dijadikan tempat berjualan.

"Sampai saat ini belum ada terlihat peningkatan PKL, masih stagnan. Tapi kita tetp antisipasi dengan menurunkan personel. Jadi selain memantau penjualan petasan, personel juga memantau keberadaan PKL di zona merah," beber Uus.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA