Pecinta Seni dan Budaya di Kabupaten Bandung Berharap Pengakuan Pemerintah

Bandung Raya

Rabu, 11 Desember 2019 | 17:03 WIB

191211170210-pecin.jpg

Engkos Kosasih

Audiensi pecinta seni dan budaya Kabupaten Bandung dengan DPRD Kabupaten Bandung, Rabu (11/12/2019).

PULUHAN pecinta seni dan budaya yang berasal dari berbagai komunitas atau paguyuban/paguron di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bandung melaksanakan audensi dengan DPRD Kabupaten Bandung, Rabu (11/12/2019). Mereka menyampaikan harapannya agar diakui keberadaannya oleh pemerintah.

"Kami berharap ada pengakuan dari pemerintah terhadap para pecinta seni dan budaya yang ada di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung. Kami tidak akan mengutak ngatik anggaran berapa untuk kegiatan pelestarian seni dan budaya," tutur komunitas Laskar Sunda, Deden Yogi saat berbicara di hadapan pimpinan DPRD Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan itu, puluhan pecinta seni dan budaya diterima langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung H. Sugianto dan wakilnya, Yayat Hidayat, Hen Hen Asep Suhendar dan Wawan R. Pertemyan digelar di ruang Bamus DPRD Kabupaten Bandung di Soreang.

Sementara komunitas pecinta seni dan budaya yang hadir di antaranya dari Paguyuban Sunda Galuh, Saampar Jagat, dan Laskar Sunda. Deden Yogi berharap kepada pemerintah agar bisa memfasilitasi para komunitas seni dan budaya yang ada di masing-masing kecamatan.

"Bahkan untuk ngamumule dan melestarikan seni dan budaya Sunda, kami mencoba untuk masuk ke sekolah-sekolah. Dengan harapan anak-anak sekolah mengenali dan mau melestarikan seni dan budaya Sunda. Jangan sampai anak-anak sekolah yang menjadi generasi penerus tidak tahu yang namanya karinding, celempung, calung, jaipongan, reog dan kesenian lainnya," ungkap Deden.

Di tempat sama, pecinta seni dan budaya dari Paguyuban Sunda Galuh, Jaeng mengatakan, untuk pelestarian seni dan budaya Sunda itu, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Ia pun mengungkapkan tentang keluhan dari para pelaku seni dan budaya terkait dengan legalitas paguyuban dan pedepokan dalam pelestarian seni dan budaya. Disamping itu, Jaeng pun mengungkapkan pentingnya perhatian dari pemerintah terkait dengan pelestarian seni dan budaya secara kontinyu.

"Kami berusaha untuk menyegarkan kembali seni dan budaya yang ada di Kabupaten Bandung. Melalui seni dan budaya dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ia pun berharap kegiatan dinas dapat menyentuh para pelaku seni dan budaya. Beruntung di Kabupaten Bandung memiliki Gedong Budaya Sabilulungan.

"Hanya di Kabupaten Bandung yang memiliki Gedong Budaya Sabilungan sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Kami terlahir dari masyarakat Sunda yang berdomisi di Kabupaten Bandung untuk ikut serta memajukan nilai-nilai budaya. Bagaimana budaya kita sinergi dan aktif di lingkungan masyarakat. Pasalnya, budaya tak lepas dari lingkungan hidup," katanya.

"Jangan bicara budaya, kalau leuweungna geus ruksak. Amun urang geus mopohokeun leweuwngna, jangan harap urang bisa hidup sejahtera," sambungnya.

Pada kesempatan itu Jaeng juga sempat membahas tentang Situs Candi Bojong Menje di Rancaekek. Ia berharap, Pemkab Bandung dan Provinsi Jabar melakukan koordinasi untuk menyelamatkan Situs Candi Bojong Menje.

Ketua DPRD Kabupaten Bandung H. Sugianto mengatakan, untuk pengembangan seni dan budaya ada korelasinya dengan pemerintah. Karena itu, pihaknya akan menghadirkan dari Kementerian Desa terkait dana desa yang mengalir desa.

Ia pun menyatakan, adanya pihak pemerintah desa dan kecamatan yang kurang perhatian dalam pelestarian seni dan budaya menjadi "PR" bagi jajaran DPRD.

"Terima kasih dengan adanya masukan ini. Kami punya tenaga untuk mendorong seni dan budaya di Kabupaten Bandung," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA