Harley Ilegal Hasil Sitaan Bea Cukai Dihibahkan ke Polda dan Kejati Jabar

Bandung Raya

Rabu, 11 Desember 2019 | 15:08 WIB

191211150653-harle.jpg

Darma Legi

KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Jawa Barat menghibahkan motor gede merek Harley Davidson, kepada Polda Jabar dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar. Motor tersebut akan digunakan untuk keperluan Patroli Pengawalan (Patwal).

Diketahui, moge Harley Davidson berbagai tipe tersebut berasal dari hasil penanganan DJBC terhadap kasus peredaran motor ilegal yang ada di Jawa Barat. Dari penanganan kasus tersebut bea cukai berhasil menyita 22 unit moge merek Harley Davison.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jabar, Saipullah Nasution mengatakan, setelah ditetapkan sebagai barang milik negara, kendaraan roda dua tersebut dilelang September 2019 lalu. Dari hasil lelang itu terkumpul uang sebesar Rp 1,6 miliar.

"Yang 13 belas unit kami lelang, sisanya kami hibahkan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Polda Jawa Barat untuk keperluan patwal," ungkap Saipullah dalam acara pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) Eks Penindakan Bea Cukai, di Kanwil DJBC, Jalan Surapati, Kota Bandung, Rabu (11/12/2019).

Saipullah menjelaskan, penindakan moge ilegal tersebut atas sinergitas antara Kanwil DJBC Jawa Barat bersama Polda Jawa Barat.

Selain itu, pada kesempatan tersebut bea cukai turut memusnahkan ratusan botol minuman keras miras ilegal berbagai merek, puluhan ton pakaian bekas, tembakau iris, tembakau berbentuk sigaret dan cerutu serta e-liquid vape.

Adapun rincian nilai barang, dari baju bekas seberat 45,7 ton perkiraan nilai barang sebesar Rp 1.062.600.000, kemudian miras 3.558 botol perkiraan nilai barang sebesar Rp 2.047.046.750. Hasil tembakau iris sebanyak 103.855 gram perkiraan nilai Rp 10.626.500, selanjutnya tembakau berupa sigaret dan cerutu sebanyak 54.636 batang dengan perkiraan nilai Rp 73.221.500 serta e-liquid vape sebanyak 253 botol perkiraan nilai barang Rp 37.908.000.

Saipullah mengatakan, keseluruhan nilai barang adalah sebesar Rp 3.231.495.250 dengan perkiraan kerugian negara karena nilai cukai yang tidak terpungut sebesar Rp 1.508.356.045. Kemudian, kata Saipullah, pihaknya memusnahkan barang hasil penangannya dibakar dengan pola "go green" yang ramah lingkunhan.

"Dengan melibatkan PT Solusi Bangun Indonesia, barang kami musnahkan dengan suhu tinggi sampai 2000 derajat celcius. Sehingga, barang yang dibakar tidak menyisakan apapun atau tidak menimbulkan residu," katanya.

Selain tidak memenuhi izin, barang-barang yang dimusnahkan itu dianggap bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan masyarakat. Terlebih, importasi pakaian bekas telah dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas.

"Yang dimusnahkan ini barang yang diselesaikan proses administrasi. Semua barang ini hasil operasi di tempat hiburan malam, toko, itu cukainya palsu," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA