Target PBB di Kabupaten Bandung Barat Diprediksi tak Tercapai

Bandung Raya

Rabu, 11 Desember 2019 | 09:57 WIB

191211100010-targe.jpg

Pemkab Bandung Barat

TARGET pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2019 di Kabupaten Bandung Barat diperkirakan tidak akan tercapai. Pasalnya,  realisasi penerimaan PBB sampai 8 Desember 2019 baru mencapai Rp 89.402.734.560 atau baru 53,53 persen  dari target Rp 167 miliar.

"Saya kira, target perlu dibuat lebih rasional. Jangan terlalu tinggi.  Saya dengar ada pengurangan target PBB menjadi Rp145  miliar di tahun 2020. Jangan sampai membuat target terlalu tinggi, sementara realisasi jauh di bawah" kata Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Rismanto di Padalarang,  Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, Pemkab Bandung Barat juga perlu memberikan insentif bagi wajib pajak (WP)  yang patuh membayar PBB. Para WP bisa diberi insentif berupa stimulus (pengurangan nilai pajak yang di bayarkan), dengan menerbitkan peraturan bupati (perbup).

"Berbagai upaya dan terobosan harus dilakukan pemerintah daerah agar pendapatan dari sektor pajak bisa sesuai target," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pajak Daerah 2 Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bandung Barat, Rega Wiguna mengatakan, pihaknya  selalu mengingatkan WP agar segera membayar PBB baik melalui surat imbauan, surat teguran, mendatangi WP secara langsung sampai melakukan, kerja sama dengan Kejaksaan.

"Berbagai upaya sudah kita lakukan. Ya mudah-mudahan di sisa waktu bisa mengejar target," imbuhnya

Sementara itu jatuh tempo atau batas akhir pembayaran PBB tinggal 9 hari lagi. Itu artinya, bagi pemilik tanah, rumah, dan ruko paling lambat harus segera membayar kewajibannya tersebut.

"Bagi yang sudah mengajukan permohonan pelayanan dan sekarang masih berproses, jatuh tempo pembayaran PBB 20 Desember 2019. Jika belum membayar PBB sampai lewat jatuh tempo, tentunya bakal terkena denda sebesar 2 persen per tahun," kata Rega.

Ia mengungkapkan realisasi penerimaan PBB sampai 8 Desember 2019 mencapai Rp89.402.734.560 atau baru 53,53 persen  dari target Rp167 miliar
Meski belum mencapai 100 persen, namun realisasi pendapatan tahun ini sudah melebihi pendapatan tahun 2018 sebesar Rp65 miliar.

"Tahun lalu pun melebihi target.  Dari target Rp63 miliar terealisasi Rp65 miliar. Sekarang targetnya naik menjadi Rp167 miliar,  hal ini seiring dengan penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) yang berpengaruh pada naiknya pendapatan PBB," jelasnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA