Sebulan, Wilayah KBB Dilanda 20 Kali Kejadian Bencana

Bandung Raya

Senin, 9 Desember 2019 | 12:49 WIB

191209125143-sebul.jpg

Ist

HANYA dalam rentan waktu 6 November sampai 7 Desember 2019, di Kabupaten Bandung Barat terjadi 20 kali kejadian bencana. Dampak yang ditimbulkannya menimbulkan kerusakan pada puluhan rumah penduduk di sejumlah kecamatan. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo mengatakan, selama sebulan terakhir terjadi 5 kejadian angin puting beliung, 11 kejadian longsor, 3 kali kejadian pergerakan tanah dan 1 banjir bandang.

"Dalam kurun waktu tersebut ada satu orang meninggal dunia. Korban meninggal atas nama Uci yang tertimpa bangunan pengolahan kompos yang diterjang angin puting beliung yang terjadi di TPA Sarimukti, Kecamatan Cipatat," terang Duddy di Ngamprah,  Senin (9/12/2019).

Dari 5 kali kejadian angin puting beliung menyebabkan 8 rumah mengalami rusak berat, rusak sedang 1 rumah,   rusak ringan 3 rumah. Rusak bagian atap 45 rumah dengan jumlah warga terdampak 58 jiwa.

Hingga kini, peristiwa angin puting beliung tercatat menyapu Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang,  Desa Mekarsari (Kec. Ngamprah). Kemudian di Desa Cililin, Desa Batulayang, dan  Desa Karangtanjung   Kecamatan Cililin.

Sementara tanah longsor terjadi di wilayah 7 kecamatan.Di Kecamatan Parongpong terjadi di Desa Ciwaruga. Kemudian di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat.

Longsor juga menimpa Desa Mekarsari,  Kecamatan Ngamprah. Di Kecamatan Cikalongwetan longsor terjadi di Desa Mandalamukti dan Desa Mandalasari.

"Longsor juga menimpa dua desa di Kecamatan Gununghalu, yakni Desa Sindangpalay dan  Desa Cilangari," ungkapnya. 

Di wilayah selatan, selain Gununghalu bencana alam tanah longsor menimpa Desa Rancasenggang, Kecamatan Sindangkerta dan Kecamatan Cililin terjadi di Desa Kidangpananjung dan Mukapayung.

Duddy mengungkapkan, untuk kejadian pergerakan tanah menimpa Desa Ciptagumati, dan Desa Mandalasari di Kecamatan Cikalongwetan dan Desa Bunijaya di  Kecamatan Gununghalu.

"Terdapat dua rumah yang rusak ringan dan dua rumah terancam. Warga yang terdampak tujuh jiwa, sedangkan banjir bandang  ada satu rumah yang terdampak," ujarnya.

Lebih jauh Duddy mengungkapkan, kejadian bencana alam terakhir menerjang Kecamatan Kecamatan Cililin, Sindangkerta dan Gununghalu, Jumat (6/12/2019). Longsor dipicu oleh curah hujan  yang tinggi sepanjang hari itu.

"Kami telah melakukan assessment ke lokasi.  Mengingat potensi hujan masih mungkin terjadi kami mengimbau kepada warga agar selalu waspada," imbuhnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA