Era Digital, Media Televisi Harus Hadirkan Program Sesuai Kebutuhan Pasar

Bandung Raya

Minggu, 8 Desember 2019 | 21:31 WIB

191208210233-era-d.jpg

Rio Ryzki Batee

Kegiatan FGD 'Masa Depan Industri Televisi di Era Digital di Studi Televisi' di kampus FISIP Unpas, Jln. Lengkong, Kota Bandung, Ahad (8/12/2019).

MESKI perkembangan digital telah memasuki berbagai bidang, peran dan fungsi media massa masih dapat bertahan, salah satunya media televisi.

Mantan Kabiro RCTI Jawa Barat, Rochsan Rudianto mengatakan, ditengah tantangan era teknologi dan revolusi industri 4.0, media televisi masih dibutuhkan oleh masyarakat sebagai alternatif hiburan dan informasi.

"Jadi untuk segmen penonton televisi bukan hanya masyarakat yang berada di kota-kota besar, tetapi juga di wilayah sub urban atau luar kota. Dimana televisi menjadi satu-satunya sumber hiburan yang dapat mereka peroleh," ungkapnya pada kegiatan FGD 'Masa Depan Industri Televisi di Era Digital di Studi Televisi' di kampus FISIP Unpas, Jln. Lengkong, Kota Bandung, Ahad (8/12/2019).

Walau demikian, menurutnya perubahan perilaku akibat kemajuan teknologi harus diwaspadai oleh para pegiat industri televisi tersebut. Mengingat penggunaan gawai yang masif di masyarakat berdampak pada pengalihan kebutuhan sumber informasi dan hiburan. Padahal selama ini semua itu adalah produk yang ditawarkan oleh media televisi.

Dikatakannya, perlu upaya antisipasi oleh industri televisi, seperti membuat konten yang sesuai atau sangat disukai oleh penontonnya. Sehingga penting melakukan survei untuk mengetahui siapa segmentasi pemirsanya.

"Kalau kita tidak tahu siapa target pemirsa kita, mau sebagus apapun program yang dibuat kalau salah sasaran, maka akan sia-sia. Jadi mengetahui dan memahami kebutuhan segmentasi pemirsa merupakan poin utama dalam membuat program atau konten," terangnya.

Rochsan menuturkan dengan akses teknologi yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, maka industri televisi pun harus mampu beradaptasi. Misalnya tayangan program televisi dapat juga masuk dalam platform digital lainnya.

Selain itu, dibutuhkan daya dukung SDM yang kompeten atau berkualitas, agar mampu menyajikan informasi yang memiliki kredibilitas dan dipercaya oleh para pemirsanya.

"Memang dengan upaya tersebut tentunya ada cost cukup besar yang harus dikeluarkan, tapi itu merupakan konsekuensi yang harus dihadapi guna mempertahankan eksistensi industri televisi di era saat ini," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Lab Komunikasi FISIP Unpas, Vera Hermawan menerangkan, kegiatan FGD ini merupakan salah satu upaya edukasi dan pemahaman bagi para mahasiswa terkait tantangan dan peluang industri media, khususnya televisi di era digital.

Terlebih dengan hadirnya laboratorium studio televisi Ilmu Komunikasi FISIP ini, dapat menjadi sarana edukasi dan peningkatan kompetensi softskill bagi para mahasiswa sebelum berkecimpung di dunia profesional.

"Di lab ini, para mahasiswa akan dilatih untuk mengembangkan softskill visual mereka serta beradaptasi dengan lingkungan kerja. Seperti halnya penggunaan kamera, pengambilan sudut pandang atau angel, sampai menuangkan ide dan gagasan untuk membuat perencanaan peliputan," jelasnya.

Vera menuturkan, dalam lab tersebut, tidak hanya hanya berkenaan dengan pemanfaatan studio televisi secara konvensional, tetapi juga secara digital. Dengan pembuatan konten tayangan yang bisa dinikmati melalui platform digital smartphone.

"Oleh karena itu, dengan hadirnya fasilitas dan pembekalan yang telah diberikan melalui program pendidikan, kami berharap para lulusan Ilmu Komunikasi selain memiliki kemampuan yang mumpuni, tetapi juga dapat mudah beradaptasi dengan profesi mereka sebagai insan pertelevisian di masa depan," tambahnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA