Gepeng dan Anjal Musiman Mulai Menyerbu Alun-Alun Cimahi

Bandung Raya

Minggu, 8 Desember 2019 | 19:48 WIB

191208194334-gepen.jpg

Laksmi Sri Sundari

AKHIR-akhir ini alun-alun Kota Cimahi kerap disambangi gelandangan dan pengemis (gepeng), serta anak jalanan (anjal). Keberadaan mereka cukup meresahkan warga yang berkunjung ke Taman Alun-Alun Kota Cimahi yang berlokasi di Jalan Amir Mahmud.

Sebab tak sedikit dari mereka yang meminta sejumlah uang dengan cara agak memaksa kepada para pengunjung. Bahkan tak jarang jika malam hari, ada beberapa anjal dan gepeng yang tidur di emperan Alun-Alun Kota Cimahi.

Berdasarkan pantauan, Ahad (8/12/2019), terlihat ada beberapa orang dengan pakaian lusuh, rambut kusam, dan tanpa alas kaki berkeliaran di Taman Alun-Alun Cimahi. Bahkan terlihat ada yang mengulurkan tangannya, berharap mendapatkan uang dari pengunjung yang datang.

"Hampir sepekan terakhir ini di alun-alun banyak gepeng. Bahkan ada yang bawa anak kecil segala, kan kasian," ujar Elvis (45), seorang warga.

Menurutnya, keberadaan gepeng tersebut selain mengurangi keindahan Alun-Alun, juga sering membuat resah warga sekitar. "Ada yang takut juga karena kadang suka minta uang dengan cara maksa," katanya.

Disebutkan Elvis, maraknya gepeng ini diduga karena mau menghadapi Natal dan Tahun Baru. "Mungkin mau Natal dan tahun baru mereka pada muncul," ucapnya.

Selain gepeng, Alun-Alun juga banyak didatangi anjal. Menurut beberapa warga sekitar, jika tengah malam, banyak anjal yang datang untuk tidur di emperan Alun-Alun.

"Mereka tidur beralaskan kardus dan spanduk bekas," terang Rahmat, seorang warga sekitar.

Ia mengatakan, biasanya anak-anak tersebut datang secara beramai-ramai sekitar empat hingga lima orang. Rahmat mengaku merasa risih dengan adanya anjal di Alun-Alun Cimahi. Sebab, dirinya tidak mengetahui asal mereka dan aktivitas yang mereka lakukan.

"Agak risih sebenarnya, karena mereka bukan warga sini kan, terus juga kami engga tahu mereka ngapain aja. Tapi memang cowok semua yang di sana,” katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA