Musim Penghujan, Waspadai Penyebaran Virus Flu Burung

Bandung Raya

Minggu, 8 Desember 2019 | 17:17 WIB

191208171625-musim.jpeg

fajar.co.id

ilustrasi

MEMASUKI musim penghujan, masyarakat diminta mewaspadai penyebaran virus flu burung atau avian influenza. Pasalnya, dalam kondisi cuaca lembab, pertumbuhan virus tersebut akan lebih pesat.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanian Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, musim hujan membuat lingkungan menjadi lembab. Hal itu membuat virus flu burung tumbuh subur, sehingga resiko munculnya kasus pun akan lebih besar.

Apalagi, sambung Mita, sebagian besar unggas di Kota Cimahi tidak memiliki kandang alias dilepasliarkan.

"Kami imbau warga agar lebih hati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan, terutama bagi masyarakat yang memiliki unggas. Karena cuaca seperti saat ini sangat rentan munculnya virus flu burung," katanya saat dihubungi, Ahad (8/12/2019).

Guna mengantisipasinya, Dispangtan Kota Cimahi secara rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan jenis unggas milik warga.

"Antisipasi flu burung kita rutin lakukan vaksin secara gratis. Tahun ini sudah kita laksanakan vaksinasi flu burung di 15 kelurahan di bulan Maret hingga Agustus," ungkapnya.

Dalam vaksin tersebut, pihaknya menyiapkan 600 dosis untuk semua jenis unggas yakni ayam, burung, entog, angsa, dan bebek.

"Petugas kami keliling ke kelurahan, ditentukan sama kelurahan poskonya di RW berapa, lalu masyarakat datang ke posko. Warga sangat antusias membawa hewan peliharanya untuk di vaksin," beber Mita.

Upaya lain pencegahan virus flu burung, kata Mita, adalah dengan pola hidup bersih dan sehat, cuci tangan setelah kontak dengan unggas. "Yang lebih penting lagi adalah menjaga kebersihan kandang. Kita juga lakukan sosialisasi untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang," ujarnya.

Pihaknya juga mendorong masyarakat untuk melapor jika ditemukan unggas yang mati mendadak. "Jika ditemukan unggas mati mendadak langsung laporkan agar bisa segera dilakukan tindakan," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA