40 Persen Kota/Kabupaten di Indonesia Belum Berikan Pelayanan Berbasis HAM

Bandung Raya

Minggu, 8 Desember 2019 | 15:21 WIB

191208152231-40-pe.jpg

Rio Ryzki Batee

DARI 514 kota dan kabupaten di Indonesia, 40 persen di antaranya dinilai belum memberikan pelayanan berbasis HAM (Hak Asasi Manusia).

"Setiap tahunnya Kementrian Hukum dan HAM, melakukan penilaian kepada seluruh kota dan kabupaten yang berjumlah 514. Dari keseluruhan tersebut, sekitar 60 persen yang memenuhi kualifikasi HAM," ungkap Dirjen HAM Kemenkumham, Mualimin Abdi kepada wartawan disela-sela Fun Walk Peringatan Hari HAM Sedunia ke 71 di Kiara Artha Park, Jln. Terusan Jakarta, Kota Bandung, Ahad (8/12/2019).

Menurutnya, dalam penilaian tersebut terdapat sejumlah indikator yang harus dipenuhi dalam pelayanan pemerintah daerah. Seperti hak anak, perempuan, difabel, lingkungan dan lain sebagainya.

Dikatakannya, setiap tahun terus dilakukan evaluasi terkait pelayanan pemda berbasis HAM tersebut. Pasalnya terdapat data yang berbeda tiap tahunnya.

"Target kami setiap kota dan kabupaten di Indonesia, peduli akan Hak Asasi Manusia. Karena pelayanan bupati dan wali kota dalam penyelenggaran pemerintahan, untuk pemenuhan HAM yang melingkupi berbagai aspek kehidupan," tuturnya.

Lebih jauh, dalam menjamin terpenuhinya HAM bagi masyarakat, di setiap UPT kemenkumham dan kantor imigrasi, akan disediakan posko pengaduan HAM.

"Nantinya bagi masyarakat yang merasa hak asasinya dilanggar maka dapat mengadukan ke posko tersebut," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak mengatakan, hingga saat ini, sekitar 40 laporan pengaduan terkait HAM yang diterima oleh pihaknya.

"Cukup banyak laporan yang kami terima, dan dipastikan kami tanggapi dan respon. Karena itu, fungsi berbangsa dan bernegara," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya melakukan edukasi terkait pemenuhan HAM kepada berbagai pihak, termasuk di setiap kantor unit Kemenkumham. Terutama pelayanan bagi disabilitas, ruang ibu menyusui dan lain sebagainya.

"Edukasi ini terus kita upayakan, sehingga pemenuhan HAM dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.

Selain itu, sebagai rangkaian peringatana Hari HAM sedunia ke 71, maka diselenggarakannya Fun Walk yang diikuti sekitar 1500 orang. Yang berasal dari pelajar, mahasiswa, komunitas dan masyarakat.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA