Wilayah Kertasari Kabupaten Bandung Diterjang Banjir Bandang

Bandung Raya

Jumat, 6 Desember 2019 | 19:57 WIB

191206195827-wilay.jpg

AKSES Jalan Raya Kertasari Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, diterjang banjir bandang yang dibarengi dengan endapan lumpur, Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 14.00-15.00 WIB. Banjir bandang itu dipicu turun hujan deras sejak pukul 14.00 WIB, bahkan sampai Jumat malam masih turun hujan, namun intesitas hujannya sudah mulai mereda.

Pantauan galamedianews.com dari video yang beredar di media sosial dan grup Whats App, banjir bandang itu nyaris menyeret kendaraan roda empat yang melaju di turunan Jalan Kertasari. Mobil bak terbuka warna kuning itu melaju dari arah Desa Cibeureum Kertasari menuju Desa Sukapura Kecamatan Kertasari.

Masih dari pantauan video tersebut, sejumlah warga terlihat panik dan berteriak yang diperkirakan mengingatkan kepada pengendara mobil untuk berhati-hati di saat terjebak banjir bandang. Bahkan saat itu terlihat satu unit kendaraan terjebak di antara aliran banjir bandang di jalan tersebut.

Banjir bandang itu sangat mengkhawatirkan, karena aliran airnya terlihat sangat deras yang menyatu dengan endapan lumpur. Aliran air itu diduga dari kawasan pertanian sayur mayur yang minim pohon tegakan. Selain itu, lahan pertaniannya diduga tak memerhatikan kaidah terasering untuk menahan aliran air di saat turun hujan,  sehingga air hujan dengan mudah mengalir dan membawa endapan material tanah.

Camat Kertasari, Dadang Hermawan ketika dikonfirmasi galamedianews.com membenarkan peristiwa banjir bandang di Jalan Raya Kertasari tersebut. "Banjir bandang itu terjadi di kawasan Pasir Munding Kertasari, dan itu sudah terjadi beberapa kali setiap memasuki musim hujan," katanya, Jumat malam.

Menurut Dadang, peristiwa banjir bandang itu dipicu oleh turun hujan deras sejak pukul 14.00 WIB dan berlangsung sampai pukul 15.00 WIB. "Malam ini sampai pukul 19.00 WIB, masih turun hujan. Namun hujannya tidak begitu deras, dan masih gerimis," katanya.

Ia mengatakan, dampak banjir bandang itu menimbulkan endapan lumpur di akses jalan raya. "Endapan lumpurnya diperkirakan setinggi 30-40 centimeter. Dampak endapan lumpur, akses jalan pun tak bisa dilalui semua kendaraan. Warga pun terpaksa jalan kaki ke kawasan permukiman. Selain itu, warga pun terpaksa jalan kaki ke lahan pertanian dan kebun, karena jalannya tertutup endapan lumpur," tuturnya.

Dadang mengungkapkan, penyebab banjir bandang yang terus berulang kali di saat memasuki musim hujan itu, selain turun hujan deras juga dipicu pola tanam sayur mayur yang tidak menggunakan sistem terasering. "Ditambah lagi tak ada tanaman keras. Sementara lahan yang menjadi penyebab banjir bandang itu merupakan lahan milik pribadi," ucapnya.

Menghadapi bencana banjir bandang itu, Dadang pun langsung koordinasi dengan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Drs. H. Akhmad Djohara M.Si.

"Saat ini saya masih melakukan pengecekan ke lapangan, termasuk koordinasi dengan petugas Satpol PP yang ada di lokasi kejadian," katanya.

Menurutnya, jika hasil pengecekan di lapangan membutuhkan alat berat atau loader untuk mengeruk endapan lumpur, pihaknya berharap kepada BPBD maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bandung, mengerahkan alat berat untuk penanggulangan pascabanjir bandang.

"Soalnya kalau menggunakan sistem manual lama. Tapi kita akan melihat perkembangan di lapangan bagaimana, soalnya saat ini masih turun hujan," katanya.

Ia mengatakan, sampai Jumat malam ini, akses jalan tersebut diperkirakan masih terputus dan belum bisa dilewati kendaraan.

"Penanggulangan pascabanjir bandang ini akan dilakukan Sabtu (7/12/2019) pagi, sambil melihat perkembangan di lapangan pada Jumat malam ini," pungkasnya. 

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA