Tak Terpilih Jadi Kades, Fasilitas MCK Ditutup

Bandung Raya

Jumat, 6 Desember 2019 | 18:31 WIB

191206183238-tak-t.jpg

SEBANYAK 40 kepala keluarga (KK) di RT 02/04, Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, tak bisa menggunakan fasilitas MCK lagi. Pasalnya, MCK tersebut kini telah ditutup.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan,  penutupan MCK tersebut disebut-sebut buntut dari kalahnya salah satu calon kepala desa pada kontestasi Pilkada Serentak beberapa waktu lalu di Kabupaten Bandung.

Sejumlah warga menuding, penutupan MCK dilakukan oleh oknum warga pendukung salah satu calon kepala desa yang kalah itu. Tak hanya MCK, akses jalan (gang) yang kerap dipakai warga pun dipersempit.

"Iya betul demikian," kata Aep selaku Ketua RW 04 saat membenarkan adanya penutupan MCK tersebut, Jumat (6/12/2019).

Aep justru menyayangkan sikap oknum warganya yang masih belum bisa menerima perbedaan politik. Tentu saja, imbuh Aep, sikap tersebut mencederai semangat demokrasi dalam menyikapi proses politik.

Seharusnya, kata Aep, perbedaan politik harus disikapi dengan bijaksana. Sebab, dalam proses demokrasi, tentu saja akan ada perpedaan pendapat.  "Seharusnya yang lebih penting untuk disikapi dari makna demokrasi itu adalah semangat persatuannya," katanya.

Menurutnya, berlapang dada adalah kunci menjaga persatuan. Sikap yang dilakukan oknum tersebut, lanjut Aep, mencerminkan kurangnya kesadaran politik. Tentu saja, ia mengatakan, sikap tersebut merugikan banyak pihak. Salah satunya adalah warga yang sering memanfaatkan MCK yang merupakan fasilitas umum.

Aep mengatakan, pihaknya berharap permasalahan perbedaan politik yang berujung pada penutupan MCK bisa segera diselesaikan secara kekeluargaan. Sehingga, kerukunan antar warga bisa semakin lebih erat lagi.

Sementara itu, Ikmal (bukan nama sebenarnya) mengatakan, sejumlah warga yang merasa dirugikan dengan aksi penutupan MCK, menginginkan permasalahan tersebut segera selesai.

"Jangan berlarut-larut. Apalagi, sampai berlanjut ke ranah hukum. Kami sayangkan sikap seperti itu. Ini tentu saja merugikan banyak pihak," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah harus segera mengetahui permasalahan yang dialami warga RT 02/04 Desa Sangkanhurip tersebut, untuk dicarikan solusinya. Jika tidak, ia khawatir gesekan antar warga bisa lebih besar dan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi permasalahan ini. Carikan solusinya," harapnya.

Sebelumnya, Kabupaten Bandung telah melaksanakan Pilkades Serentak 2019 yang dilaksanakan di 199 desa beberapa waktu lalu. Dari pelaksanaan Pilkades Serentak itu, sebanyak 199 orang kepala desa terpilih telah dilantik Bupati Bandung Dadang M. Naser di Gedong Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (29/12/2019).

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA