Pabrik Pembuang Limbah Cair Bisa Dikenai Sanksi

Bandung Raya

Jumat, 6 Desember 2019 | 17:42 WIB

191206174408-pabri.jpg

KEPALA Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Penataan Hukum Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Robby Dewantara menegaskan, pabrik pencelupan PT Pranatex yang sempat tertangkap basah membuang limbah cair ke Sungai Cisuminta di sekitar perusahannya di Jalan Raya Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten  Bandung, akan diberikan sanksi administratif.

Sebelumnya, PT Pranatex ketahuan membuang limbah cair melalui pipa yang bocor saat tim gabungan dari Dinas Lingkungan Kabupaten Bandung, Satpol PP Kabupaten Bandung dan Provinsi Jabar serta Satgas Citarum Harum, melakukan sidak ke lokasi pabrik pencelupan tersebut.

"Rencananya, sanksi sebentar lagi keluar," kata Robby kepada galamedianews.com di halaman Masjid Al Fathu Komplek Pemkab Bandung di Soreang, Jumat (6/12/2019).

Robby mengatakan, dalam sanksi administrasi itu, di antaranya pihak perusahaan tidak boleh membuang limbah cair ke media lingkungan. "Pemberian sanksi itu enggak sampai penutupan. Jika tak mengindahkan bisa dikenai sanksi penghentian produksi," katanya.

Namun disinggung pipa saluran limbah cair yang ketahuan bocor yang disegel Satpol PP, Robby mengatakan, sudah diperbaiki oleh pihak perusahaan karena sudah tidak ada limbah yang dibuang keluar. Jika ada pembuangan limbah cair lagi ke media limgkungan, pemerintah bisa melakukan penutupan kembali. Setelah dilakukan penyegelan, katanya, besoknya pihak perusahaan memperbaikinya, dan tidak lama kemudian segelnya kembali dibuka oleh Satpol PP.

"Pipanya sudah diperbaiki. Sudah tidak ada kebocoran. Penyegelannya hanya selama sehari, sementara pelanggarannya sudah dilakukan perbaikan dan segelnya langsung dibuka," katanya.

Namun untuk pipa lainnya yang diduga digunakan untuk membuang limbah cair sembarangan ke media lingkungan yang ada di belakang perusahaan tersebut, Robby mengatakan, ditutup secara permanen.

"Supaya tak ada limbah yang dibuang ke media lingkungan. Tak boleh ada limbah yang dibuang ke media lingkungan. Apalagi pipa tersebut ada di belakang pabrik," katanya.

Robby menegaskan, pemerintah akan memberikan sanksi paksaan terhadap perusahaan yang ketahuan membuang limbah cair. Di antara sanksi administrasi berupa penghentian produksi. Selain itu memberikan sanksi teguran tertulis kepada pengusaha yang melakukan pelanggaran terkait pembuangan limbah cair ke media lingkungan.

"Jika perusahaan tak melaksanakan sanksi paksaan pemerintah, bisa dikenai pidana," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik pencelupan PT Pranatex di Jalan Raya Dayeuhkolot-Moch. Toha Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/11/2019). Tim gabungan itu berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bandung, TNI dari Satgas Citarum Harum, Muspika Dayeuhkolot, dan sejumlah pihak lainnya.

Editor: Efrie Christianto

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA