Dewan Berharap Pembangunan Pasar Majalaya Dilanjutkan

Bandung Raya

Jumat, 6 Desember 2019 | 14:55 WIB

191206144239-dewan.jpg

Engkos Kosasih

KETUA Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi mengharapkan kepada Pemkab Bandung untuk melanjutkan pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya di Jalan Anyar Desa Majasetra Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung. 

"Saya perhatikan, sampai saat ini pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya dibiarkan mangkrak dan belum ada kelanjutan dalam pembangunannya. Ini yang menjadi pertanyaan kita, kenapa pembangunan pasar dibiarkan mangkrak? Ada apa?" kata Renie kepada galamedianews.com di Gedung DPRD Kabupaten Bandung Soreang, Jumat (6/12/2019). 
Ia mengatakan, pembangunan pasar yang belum kunjung rampung setelah dua tahun lebih dilaksanakan launching, menjadi pertanyaan banyak pihak. "Termasuk ada di antara pedagang yang mempertanyakan pembangunan pasar tersebut," katanya.
Renie mengatakan, jika pembangunan pasar itu karena persoalan investor, artinya harus ada investor baru untuk melanjutkan pembangunan pasar tersebut. Meski untuk mendapatkan investor baru yang benar-benar memiliki modal yang cukup tidak mudah.
"Jika ada investor baru, apakah siap bertangungjawab terhadap persoalan sebelumnya. Kabarnya, sudah ada sejumlah pedagang yang membayar uang muka untuk pengambilan kios atau jongko di pasar tersebut? Nah itu bagaimana penyelesaiannya dan tanggung jawanya bagi pedagang yang sudah membayar uang muka?" paparnya.
Renie menyikapi persoalan pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya itu karena lokasi pembangunannya ada di daerah pemilihannya. Ditambah lagi, ia mendapat informasi dan masukkan dari warga terkait pembangunan pasar yang belum tuntas. 
"Jika pembangunan Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya diteruskan, ekonomi masyarakat pun akan menggeliat di Jalan Anyar Majalaya itu. Ditambah lagi di
Jalan Anyar Majalaya itu, pembangunan mall dan hotel tidak lama lagi akan selesai pengerjaannya. Sementara pembangunan pasar yang tidak jauh dari pembangunan mall dan hotel, sampai saat ini belum jelas," paparnya.
Renie mengatakan, pembangunan pasar tersebut merupakan bagian dari tata kota di kawasan Majalaya. Bahkan pembangunan pasar itu untuk merelokasi para pedagang di Pasar Stasion Majalaya dan Pasar Baru Majalaya.
"Jika pembangunan pasar itu selesai akan mendorong penataan kawasan Kota Majalaya," katanya. 
Sama halnya yang dikatakan Aktivis Generasi Muda Majalaya (GMM) Umar Alam. Ia berharap kepada Pemkab Bandung untuk melanjutkan pembangunan pasar yang sebelumnya tertunda lebih dari dua tahun. 
"Kami tak berharap dengan adanya wacana meneruskan pembangunan pasar tersebut ada praktek-praktek yang menganggu investor," kata Umar.
Ia pun terus memantau perkembangan pembangunan pasar tersebut, selain melaksanakan audensi dengan jajaran Muspida Bandung. 
"Intinya GMM masuk ke ranah pembangunan pasar itu, karena kita warga Majalaya sehingga berharap pembangunan pasar dilanjutkan sampai tuntas. Tidak seperti sekarang ini," katanya. 
Umar mengatakan, jika ada persoalan permodalan yang dimiliki investor lama, bisa mencari investor baru yang bisa meneruskan pembangunan pasar. "Intinya kita dari GMM berharap pembangunan pasar dilanjutkan. Siapa investornya, yang penting pembangunan pasar selesai untuk kepentingan masyarakat pedagang," pungkasnya.

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA