Mulai Tahun Ini, Madrasah di Kemenag Pakai Rapor Digital

Bandung Raya

Jumat, 6 Desember 2019 | 10:19 WIB

191206102155-mulai.jpg

dok

ilustrasi

MADRASAH di lingkungan Kemenag baik MI, MTs maupun MA mulai tahun ajaran ini menggunakan rapor digital atau aplikasi rapor digital (ARD). Hal ini menuntut para guru untuk memahami dunia teknologi dan kecepatan dalam mengisi ARD ini.

"Seperti di MA untuk kelas X sebanyak 7-8 halaman ARD, sedangkan kelas XI dan XII hanya 4-5 lembar," kata Kepala MAN 1 Kota Bandung, Misbahuddin kepada wartawan PR, Sarnapi, Jumat (6/12/2019).

Ia mengatakan, Kemenag pusat sudah menyediakan aplikasi sehingga tinggal guru mengisi data-data identitas siswa dan nilai akademiknya.

"Paling krusial di awal mengisi data identitas siswa sebab data siswa paling penting. Ketika naik kelas tidak ada lagi isian data siswa," ujarnya.

Pada tahap pertama, kata Misbahuddin, ARD masih belum dalam jaringan (daring/online) melainkan semi online.

"Kalau nanti Kemenag meminta untuk ARD daring tinggal dimasukkan ke jaringan yang ada. Data-data siswa dan nilai kan sudah bersedia," ujarnya.

Proses memasukkan data ke ARD, kata Misbahudin, dengan memasukkan nilai ke komputer yang terhubung dengan komputer server madrasah.

"Kalau sudah di server bisa dikirim ke jaringan Kemenag Jabar maupun pusat," ujarnya.

Dari ARD ini nantinya tinggal dicetak dalam kertas dan dibagikan kepada para siswa.

"Jadi bukan siswa melihat rapor di jaringan komputer melainkan tetap saja ada rapor yang dicetak. Rencananya pembagian rapor pada Jumat (20/12/2019) mendatang," ucapnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA