Job Fair Milenial Festival 2019 Sediakan Lowongan Pekerjaan di Polandia dan Malaysia

Bandung Raya

Kamis, 5 Desember 2019 | 13:12 WIB

191205131329-job-f.jpg

Irwina Istiqomah

DINAS Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat bakal menggelar "Job Fair Milenial Festival 2019" di Kantor Disnakertrans Jabar Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, 11-12 Desember. pada bursa kali ini,  Disnaker juga menyediakan lowongan pekerjaan di Polandia dan malaysia.

"Memang yang paling banyak dibutuhkan itu dari lulusan SMA sampai lebih dari 370 orang. Lapangan usahanya di wilayah Bandung Raya. Pendaftaran boleh dari mana pun. Untuk pekerja migran akan diberangkatkan ke Polandia dan Malaysia," tutur Sekretaris Disnakertrans Jabar, Agus Hanafiah dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (5/12/2019).

Penyelenggaraan bursa kerja ini juga dalam rangka mengurai angka pengangguran di Jabar yang mencapai 1,9 juta orang. Saat ini angkatan kerja di Jabar berjumlah 23,8 juta orang dan di antaranya 21,9 juta orang sudah berkerja.

Agus mengatakan, pihaknya memiliki dua strategi untuk mengoptimalkan ketenagakerjaan yakni strategi menyerang dan bertahan. Untuk strategi menyerang dengan menempatkan calon pekerja memiliki daya saing dan jiwa kompetitif.

"Kita ingin menjadikan calon pekerja sebagai wirausaha baru dan memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar. Pekerja migran juga kita fasilitasi agar memiliki keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan oleh negara yang bersangkutan," katanya

Untuk strategi bertahan ialah menjalin hubungan harmonis dan kondusif antara pemerintah, calon pekerja, dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Selain itu, perusahaan dipastikan harus taat terhadap norma dna menjamin hak-hak pekerja.

Terkait bursa kerja, lanjut Agus, ada proses transisi dari konvensional ke teknologi informasi dengan menggunakan barcode. Para pencari kerja diimbau tidak perlu membawa print-out lamaran dan curriculum vitae (CV) lantaran cukup dengan menyimpan data-data yang diperlukan di dalam ponsel atau USB.

Agus mengatakan, calon pekerja harus memastikan untuk mendaftar pada lowongan kerja sesuai dengan kompetensi. Disnakertrans Jabar juga membuka program pelatihan terkait membentuk pekerja mandiri, meningkatkan kompetensi, dan pelatihan pekerja migran.

"Kita akan pantau mulai dari proses pendaftaran. Perusahaan pada saat itu juga akan melakukan seleksi sehingga calon pekerja tidak perlu menunggu hasilnya terlalu lama," ujarnya.

Ia menekankan bahwa bursa kerja ini untuk mengawinkan antara orang yang memiliki kompetensi dengan perusahaan yang membutuhkan kompetensi tersebut. "Ada keluhan dari perusahaan itu soal kurangnya attitude dari calon pekerja. Makanya, kita selalu ingatkan tiga hal yaitu knowledge, skill, dan attitude," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar Bidang Teknologi & Data Potensi Usaha, Hadi S. Cokrodimejo menyebutkan ada 18.000 industri di Jabar. Mendatangkan investor ke Jabar pun terus dilakukan dalam rangka menciptakan lapangan pekerjaan.

"Investor itu melihat proses perizinan yang cepat, sumber daya manusia dengan skill baik, tenaga kerja yang punya attitude profesional disiplin, dan personal jujur. Sektor pakaian jadi, tekstil, dan otomotif masih mendominasi penyerapan tenaga kerja sampai 33 persen," ujarnya.

Editor: Brilliant Awal

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA