Bawaslu KBB Bentuk Kader Pengawasan Partisipatif

Bandung Raya

Rabu, 4 Desember 2019 | 20:21 WIB

191204200828-bawas.jpg

Dicky Mawardi

SEBANYAK 60 orang yang berasal dari berbagai organisasi/komunitas yang ada di Kabupaten Bandung Barat mengikuti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Kegiatan ini dilaksanakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung Barat, Cecep R. Nugraha mengatakan, peserta SKKP dibekali pengetahuan tentang Kepemimpinan, etika dan moralitas; kesukarelawanan dan team building; gender dan kelompok rentan.

Di samping itu, mereka juga mendapat pengetahuan tentang sejarah pengawasan pemilu dan metode pengawasan; pengawasan partisipatif, sampai jenis-jenis pelanggaran.

Ia menjelaskan kegiatan SKPP ini bertujuan untuk melaksanakan fungsi pendidikan Bawaslu, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dan sarana pendidikan pemilu bagi masyarakat, dsb.

"Kami berharap melalui SKPP ini dapat menciptakan kader pengawasan yang tepat guna serta membuat simpul-simpul pengawasan di semua lapisan masyarakat di Kabupaten Bandung Barat," kata Cecep saat membuka Media Gathering Bawaslu Kabupaten Bandung Barat dan Media Massa di Cikole Jayagiri Resort, Lembang, Rabu (4/12/2019).

Nantinya, lanjut Cecep, Kader Pengawas Partisipatif Bawaslu Kabuoaten Bandung Barat akan menyampaikan segala hal terkait dengan Bawaslu, pemilu sampai segala hal yang berkaitan dengan. demokrasi. Sasarannya aparatur sipil negara (ASN), tokoh masyarakat pedagang, petani dan kaum milenial.

Di tempat yang sama, panitia media gathering, Agnes Virganty mengatakan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini untuk mempererat hubungan Bawaslu Kabupaten Bandung Barat dengan media dan menjalin relasi melalui pertemuan informal.

"Selain itu meningkatkan peran media dalam pemberitaan Bawaslu Kabupaten Bandung Barat dalam rangka membentuk opini publik, menampung dan mengolah pesan serta aspirasi masyarakat. Juga mengklarifikasi data dan informasi yang berkembang di masyarakat," paparnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA