Wawalkot Bandung Soal Skuter Listrik: Kalau Dipakai di Lingkungan Komplek Silakan

Bandung Raya

Selasa, 3 Desember 2019 | 19:35 WIB

191203193442-wawal.jpg

dok


WAKIL Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau masyarakat untuk menggunakan skuter listrik pada even-even tertentu. Pasalnya regulasi terkait penggunaannya masih belum diatur dan tengah dalam kajian.

"Saran saya karena regulasinya belum diatur, dan kita tidak mau kejadian seperti di Jakarta. Maka digunakan di even-even tertentu, seperti car free day atau car free night," kata Yana di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Selasa (3/12/2019).

Yana mengeluarkan imbauan karena masih belum dapat dijaminnya keselamatan pengguna skuter listrik jika dikendarai di jalan raya atau bersamaan dengan moda transportasi lainnya.

"Kalau di jalan raya jangan, karena enggak bisa disamakan dengan bermotor, apalagi enggak gampang mengendarainya. Juga enggak ada lampu belakangnya, serta safety-nya yang perlu diperhatikan," tuturnya.

"Kalau di jalan-jalan lingkungan komplek silakan (digunakan), tapi kalau jalan raya jangan. Kita lihat dari sisi keamanannya," tambahnya.

Ia pun meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung untuk melakukan kajian terkait skuter listrik tersebut. Apakah masuk dalam kategori sepeda atau kendaraan bermotor.

"Kalau masuk motor maka tidak boleh di trotoar, tapi kalau masuk sepeda maka boleh. Tapi tetap yang menjadi fokus trotoar untuk pejalan kaki, ini yang harus kita hati-hati," terangnya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Ketertiban Transportasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Kuswara mengatakan, penggunaan skuter listrik atau otopad hanya diperbolehkan untuk di dalam kawasan permukiman.

"Skuter elektrik itu tidak boleh di jalan raya, harusnya di lingkungan permukiman. Namun itu pun harus berkordinasi dengan lingkungan sekitar," ucapnya.

Asep menerangkan terkait batasan usia untuk pengguna skuter listrik tersebut dan hingga saat ini belum ada regulasinya. Namun masyarakat yang ingin menggunakan skuter listrik tersebut, harus bijak dalam mengoperasionalkannya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Bandung, untuk memberikan edukasi terhadap perusahaan penyewaan skuter listrik terkait dengan regulasi penyewaannya.

"Saya sudah mendata otoped itu punya Grab. Spot-spotnya saya sudah punya data, kita kordinasi Satlantas untuk berikan edukasi kepada pemilik skuter listrik yang akan disewakan. Jadi jangan sampai sembarangan diberikan dan harus di pemukiman," tambahnya.

Sebelumnya, warga Kota Bandung dihebohkan oleh video yang memperlihatkan tiga boca menggunakan skuter listrik di Jembatan Layang Pasupati, Kota Bandung. Video itu viral di media sosial Instagram.

Rekaman video yang berdurasi sembilan detik tersebut, diketahui direkam salah seorang warganet, pada Senin (2/12/2019) siang. Pada videonya terlihat tiga bocah tersebut menggunakan skuter listrik. Mereka berbocengan dan melaju di jembatan layang.

Sejauh ini memang baru ada dua daerah yang mengoperasionalkan skuter listrik, yaitu Jakarta dan Kota Bandung. Meski kini digandrungi masyarakat regulasi penggunaan skuter listrik masih dalam pembahasan.

Penggunaan skuter listrik di Jakarta juga tengah dikaji pihak Direktorat Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Bahkan mereka telah untuk melakukan himbauan pencegahaan penggunaan skuter listrik di jalan raya. Imbauan tersebut buntut dari tewasnya dua pengguna skuter listrik setelah ditabrak kendaraan mobil di daerah FX Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 10 November 2019.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA