Cegah Erosi, Ratusan Pohon Bambu Ditanam di Sempadan Sungai Citarum

Bandung Raya

Senin, 2 Desember 2019 | 19:34 WIB

191202193432-cegah.jpg

Engkos Kosasih

APARAT TNI dari Sektor 3 Satuan Tugas Citarum Harum bersama sejumlah komunitas melaksanakan gerakan penanaman 350 bibit pohon bambu di sempadan Sungai Citarum di Desa Tanggulun Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Gerakan penanaman pohon yang diinisiasi Azizah Talita Dewi, salah seorang warga yang peduli lingkungan itu dilakukan Ahad (1/2/2019).

Indra R. Rachman dari perwakilan Dawuh Pasundan mengatakan, gerakan penanaman bibit pohon bambu ini memanfaatkan awal musim hujan. "Penanaman bibit pohon bambu ini merupakan kerja bareng dengan melibatkan jajaran Satgas Citarum Harum selain berbagai komunitas lainnya," kata Indra kepada galamedianews.com, Senin (2/12/2019).

Menurutnya, gerakan penanaman pohon bambu ini merupakan cara langka yang dilakukan berbagai pihak. Walaupun ada penanaman pohon bambu itu dilaksanakan perseorangan oleh warga sekitar di lahan miliknya yang ada di kawasan perkampungan atau perdesaan.

"Ini gerakan penanaman pohon bambu dengan cara bersama-sama di sepadan Sungai Citarum," kata Indra.

Ia mengatakan, gerakan penanaman pohon bambu dilakukan di sempadan Sungai Citarum sepanjang 2 Km. Sedikitnya ada enam titik sempadan sungai yang menjadi sasaran gerakan penanaman pohon bambu. "Pada setiap titiknya ditanami sebanyak 15 bibit pohon bambu sampai 75 bibit pohon bambu," katanya.

Indra berharap dengan gerakan penanaman pohon bambu itu dapat mengurangi erosi tanah pada sempadan sungai tersebut. Selain itu untuk menguatkan pondasi tanah sempadan disaat aliran Sungai Citarum meluap disaat memasuki musim hujan.

Penanaman pohon bambu itu dilakukan di lokasi sempadan sungai yang sebelumnya dikeruk endapan lumpurnya. Pengerukan melibatkan Sektor 3 Satgas Citarum Harum dan Pemerintah Desa Tanggulun.

"Kami berharap dengan penanaman pohon bambu ini kelestarian alam tetap terjaga. Aliran sungai bisa tetap normal, dan bisa meminimalisir ancaman pendangkalan sungai yang diakibatkan erosi," ungkapnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA