Warga Baros Cimahi Masih Kesulitan Air Bersih

Bandung Raya

Kamis, 21 November 2019 | 16:29 WIB

191121161701-warga.jpg

Laksmi Sri Sundari

Warga Jalan Baros RT 02/RW 07 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi mengantre air bersih, Kamis (21/11/2019).


MESKI mulai turun di Kota Cimahi, tidak berarti warga sudah bisa menikmati air aliran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) maupun air sumur. Khususnya bagi mereka yang berdomisili di Jalan Baros RT 02/RW 07 Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

Pasalnya, hingga Kamis (22/11/2019), mereka masih ngantre air kiriman dari Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Air Minum Kota Cimahi. Warga sudah hampir 6 bulan, terhitung sejak awal musim kemarau, mengalami kesulitan air bersih.

Sumur-sumur warga jadi kering, dan aliran air PDAM juga tidak normal. Tak jarang mereka harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membeli air bersih.

Berdasarkan pantauan, sejumlah warga terlihat sudah antre sejak pukul 12.30 WIB meskipun mobil tangki yang membawa bantuan air belum datang. Namun begitu tangki yang berisi 5 ribu liter tersebut datang, warga yang antre semakin banyak.

Untuk menampung bantuan air tersebut, warga yang didominasi ibu-ibu ini menggunakan sejumlah wadah dari mulai ember, jeriken hingga galon.

"Sudah 6 bulan warga sini kesulitan air bersih. Kami hanya mengandalkan air dari sumur artesis bantuan dari Pemkot Cimahi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, air tersebut tidak bisa digunakan untuk minum dan kebutuhan memasak. Dan aliran airnya juga sedikit," ungkap Ketua RT 02, Rosni (46) yang juga mengalami kesulitan air.

Menurutnya, warga di wilayahnya kebanyakan pelanggan PDAM, ada pula yang memiliki sumur resapan. "Ada tiga sumur artesis di sini, tapi yang masih ngalir hanya satu, itu pun sedikit. Air PDAM juga sudah enam bulan enggak ngalir normal, seringnya sih enggak ngalir," terangnya.

Dijelaskan Rosni, di wilayahnya terdapat 90 kepala keluarga (KK) dengan 220 jiwa, dan semuanya terdampak kekeringan. "Sekarang kami hanya mengandalkan bantuan air dari UPTD Air Minum yang dikirim seminggu dua kali. Dan dari PDAM juga ada kiriman melalui mobil tangki," katanya

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA