Pemberian DOC Sembuhkan Ketergantungan pada Gawai bagi Pelajar

Bandung Raya

Rabu, 20 November 2019 | 18:04 WIB

191120180554-pembe.jpg


DINILAI dapat memberikan edukasi kepada siswa, SMP Darul Hikam mendukung program pemberian bibit anak ayam atau Day Old Chicken (DOC).

Kepala SMP Darul Hikam Bandung, Luqman Amin mengatakan, program yang digulirkan Pemkot Bandung tersebut, dapat memberikan dampak positif dan mengedukasi pelajar. Akan tetapi, jika dilakukan dengan baik dan benar. Bahkan, pihaknya sudah menerapkan program dan sudah berjalan selama lima tahun.

"Program pemberian anak ayam itu sudah kami lakukan untuk Sekolah Dasar(SD). Kalau SMP belum, karena ini harus dicari dulu format yang lain," ungkapnya di sela-sela kegiatan Try Out SD se-Jabar dan Pensi SMP Darul Hikam di Dago Tea House, Jln. Djuanda, Kota Bandung, Selasa (20/11/2019).

Menurutnya, program pemberian DOC yang diterapkan di lembaganya itu, diklaim berjalan baik dan efektif karena mengedukasi para pejalar. Terlebih dengan program tersebut, mengajak siswa untuk belajar mandiri terkait cara memelihara anak ayam dengan baik dan benar.

"Berdasarkan evaluasi, program ini bisa memberikan perhatian kepada anak untuk bisa lebih peduli, mengajarkan bagaimana cara memelihara anak ayam, bisa mengetahui kenapa anak ayam yang dipelihara itu bisa mati dan lain sebagainya," tuturnya.

Dikatakannya, pola yang diterapkan dalam program DOC disekolahnya, bukan menyuruh pelajar memelihara anak ayam di sekolah. Akan tetapi, sekolah meminta pelajar untuk memeliharanya di rumah masing-masing bersama orangtuanya.

Sementara pihak sekolah, hanya meminta laporan secara berjenjang terhadap siswa yang bersangkutan.

"Cara merawatnya seperti apa, perkembangannya seperti apa, nanti dilaporkan ke sekolah. Jadi untuk laporan itu, semacam ada LKS minggu pertama perkembangannya seperti apa, kedua dan seterusnya," ujarnya.

Walau demikian, Luqman kurang sependapat jika pemberian DOC ditujukan untuk menghilangkan kecanduan gawai terhadap pelajar. Ia tidak yakin jika program pemberian DOC itu dapat menyembuhkan ketergantungan gawai bagi pelajar.

Oleh karena itu, program pemberian DOC harus dilihat dari landasan filosofi, dan bukan hanya sekadar dibagikan kepada pelajar. Terlebih ada berbagai manfaat jika disertai berbagai konsep baik, dalam pemberian anak ayam tersebut.

"Kalau sekadar melihat anak ayamnya, itu enggak ada filosofinya. Tapi ketika pelajar diberi tanggung jawab untuk mengurus anak ayam, itulah filosofinya. Ini banyak manfaatnya, karena anak-anak sekarang fokus dan konsentrasinya pendek. Maka dengan diberikan anak ayam, sehingga fokus mereka bisa digali lagi," tambahnya.

Seperti diketahui bersama, Pemkot Bandung akan meluncurkan program pemberian anak ayam kepada siswa sekolah. Program ini merupakan salah satu upaya Pemkot Bandung membangun karakter warga Kota Bandung sejak dini.

Sebagai percontohan, pemberian anak ayam akan diberikan kepada 12 sekolah di Kecamatan Gedebage dan Kecamatan Cibiru.(

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA