Pemkot Bandung akan Bentuk Satlak PB

Bandung Raya

Rabu, 20 November 2019 | 17:30 WIB

191120172925-pemko.jpg


UNTUK memaksimalkan penanganan bencana terintegrasi, Pemkot Bandung akan membentuk tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) Kota Bandung. Satlak ini akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ketika masyarakat membutuhkan bantuan baik sosial maupun kebutuhan logistik.

Sedangkan perangkat daerah yang bakal terlibat yaitu Dinas Sosial Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bappelitbang dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3).

Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, Dadang Iriana mengatakan,terbentuknya tim tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan kordinasi serta kolaborasi antar OPD supaya masyarakat terlindungi.

"Ini teknis, sehingga setiap OPD bekerja sesuai bidangnya. Menjadi satu sistem yang nanti output-nya bisa terintegrasi dengan cepat dan sesuai kebutuhan ketika ada bencana," ungkapnya di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (20/11).

Menurutnya, sebagai upaya meminimalisir korban bencana, Diskar PB akan mensosialisasikan tentang mitigasi bencana, seperti gempa, banjir maupun longsor.

"Kita dorong unsur kewilayahan juga agar lebih mudah memberikan penyuluhan. Mulai dari materi sampai praktek nantinya kita sampaikan. Simulasi menjadi hal utama yang kita sampaikan. Nanti juga kita akan berikan tanda seperti jalur evakuasi sampai titik kumpul," terangnya.

Dadang yang juga merupakan Wakil Ketua Harian Satlak PB Kota Bandung menjelaskan bahwa pemanfaatan informasi menggunakan aplikasi. Terlebih dengan Bappelitbang yang memiliki Sistem Informasi Tata Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Kota Bandung (sitaruna.cityplan.id).

Pada aplikasi tersebut terdapat informasi terkait resiko kebakaran, gempa, banjir, longsor hingga jalur evakuasi ketika terjadi bencana.

"Ini sebagai informasi juga. Kita akan berkoordinasi dengan InaRISK. Fungsinya, kita mengetahui lokasi mana saja yang berpotensi rawan bencana. Mulai dari cuaca, banjir, gempa kebakaran, longsong bahkan tsunami, sehingga masyarakat memahaminya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Firman Nugraha menerangkan bahwa kewilayah sudah siap untuk mendapatkan ilmu mengenai kesiapan dalam penanggulangan bencana . Mulai dari evaluasi sampai pemberian bantuan logistik.

"Yang dibutuhkan itu ketika bencana menimpa, bantuan bisa disalurkan dengan cepat dan sesuai kebutuhan di lokasi kejadian," tambahnya

Editor: Kiki Kurnia

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA