Pemkab Bandung Barat Segera Bangun Klinik Kesehatan Hewan di Cimareme

Bandung Raya

Selasa, 19 November 2019 | 13:19 WIB

191119131853-pemka.jpg

blog.assist.id

ilustrasi


PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Dinas Perikanan dan Peternakan berencana untuk segera membangun klinik kesehatan hewan di pusat perkotaan, tepatnya di Jln. Cimareme, Kec. Ngamprah, Kab. Bandung Barat.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti mengatakan, pembangunan klinik tersebut untuk melayani pemeriksaan kesehatan hewan, terutama dalam mencegah rabies.

"Keberadaan klinik kesehatan hewan dibutuhkan karena banyak warga perkotaan yang memiliki hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing. Hewan peliharaan ini rentan terkena rabies, sehingga keberadaan klinik diharapkan bisa mencegah penyakit tersebut," tutur Wiwin saat ditemui di kantornya, Ngamprah, Selasa (19/11/2019).

Wiwin menuturkan, klinik kesehatan hewan tersebut akan berfungsi layaknya puskesmas untuk manusia. Para pemilik hewan bisa datang langsung ke klinik untuk memeriksakan hewan peliharaan mereka.

"Jadi tidak hanya rabies, tapi juga bisa melayani pemeriksaan penyakit-penyakit lainnya yang rentan terjadi pada hewan peliharaan. Kebanyakan biasanya infeksi virus pada hewan, dan itu akan dilayani juga di klinik," katanya.

Diakui Wiwin, sejauh ini Pemkab Bandung Barat baru memiliki dua klinik kesehatan hewan, yakni di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Gununghalu. Setiap klinik tersebut memiliki spesifikasi pelayanan yang berbeda tergantung pada kondisi daerah setempat.

"Di Cisarua misalnya, tipe pelayanan klinik lebih banyak menunggu pasien dari pada datang langsung ke tempat pasien setelah mendapatkan laporan (host call). Sementara di Gununghalu, petugas klinik lebih banyak mendatangi langsung ke tempat keberadaan hewan yang akan diperiksa," terangnya.

Sedangkan, kata dia, untuk klinik yang nantinya akan dibangun di Jln. Cimareme, lebih seperti puskesmas. Warga atau pemilik hewan bisa datang langsung ke klinik tersebut dan petugas sudah siap berjagaa untuk melakukan pemeriksaan.

"Kami menargetkan keberadaan 5 puskeswan di Bandung Barat. Dengan demikian, setiap puskeswan bisa melayani kebutuhan di 3 sampai 4 Kecamatan dari total 16 Kecamatan," katanya.

Wiwin menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pencegahan rabies, yakni dengan melakukan kastrasi (pemandulan) pada anjing dan kucing peliharaan. Pelayanan tersebut juga tersedia di klinik kesehatan hewan di Cisarua dan Gununghalu.

"Untuk kastrasi hewan ini, kami bekerja sama dengan tim dari Unpad. Sementara untuk penanganan manusia yang diduga terkena rabies, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan," tandasnya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA