Polres Bandung Kini Punya Lapangan Praktik Uji SIM B1 dan B2

Bandung Raya

Selasa, 19 November 2019 | 13:14 WIB

191119131449-polre.jpg

Engkos Kosasih


SETELAH sekian lama, Polres Kota Bandung kini memiliki sarana dan prasarana (sapras) lapangan praktik uji SIM sendiri. Peresmian lapangan tersebut dilakukan Kapolres Kota Bandung, AKBP Indra Hermawan dan didampingi Kasat Lantas Polres Kota Bandung AKP Hasby, Selasa (19/11/2019).

"Hari ini alhamdulillah kita melaksanakan dua acara. Pertama peremian lapangan uji praktik SIM B1 dan B2 yang merupakan sarana dan prasarana di Polres Kota Bandung. Kedua, pemusnahan arsip yang sudah tak digunakan lima tahun ke belakang. Ada lebih dari 5.000 berkas yang dimusnahkan. Dalam aturan, sudah lima tahun berkas bisa dimusnahkan," kata Indra kepada wartawan di Mapolres Kota Bandung.

Menurut Indra, peresmian lapangan praktik uji SIM B1 dan B2 ini merupakan salah satu prasyarat yang harus dimiliki Polres Kota Bandung dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat dalam pembuatan atau permohonan SIM.
Sebelum memiliki lapangan baru praktik uji SIM, imbuh Indra, lapangan praktek uji SIM B1 dan B2 di dalam lingkungan Mapolres dan lapangannya sempit.

"Sebelumnya, tempatnya sempit dan sekarang lapangan praktik itu digunakan untuk praktek uji SIM roda dua. Sedangkan untuk praktik uji SIM roda empat, roda enam dan lebih menggunakan lapangan baru," katanya.

Indra mengatakan, dengan adanya lapangan baru untuk praktik uji SIM tersebut, pelayanan Polres Kota Bandung kepada masyarakat bisa lebih baik lagi.

"Untuk pemohon SIM lebih nyaman dan lebih leluasa. Segala item bisa dipraktikkan. Tujuannya untuk mengurangi angka kecelakaan," paparnya.

Ia mengatakan, pemohon SIM yang paling banyak adalah pengendara R2, yaitu mencapai 65 persen. "Sarana dan prasana lapangan praktik uji SIM B1 dan B2 itu untuk mengurangi dan menekan angka kecelakaan. Sehingga Polres Kota Bandung membuka tempat praktik SIM B1 dan B2," katanya.

Meski sudah ada lapangan praktik uji SIM B1 dan B2 yang representatif, imbuhnya, simulator tetap digunakan. "Beda simulator dan praktek langsung," katanya.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA