Karyawan Pertamina Berbagi Cerita dengan Sekolah Khusus ABK

Bandung Raya

Senin, 18 November 2019 | 20:59 WIB

191118205947-karya.jpg

Dicky Mawardi


HARI ini spesial bagi Sekolah Dreamable, di Bandung Jawa Barat. Salah satu sekolah khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) ini kedatangan pengajar dari PT Pertamina (Persero), yang mengajak para siswa untuk belajar mandiri melalui berbagai pengajaran motorik kasar dan halus seperti mewarnai, menyanyi, dan menari.

Kegiatan Pertamina ini dilakukan dalam rangka Pertamina Energi Negeri (PEN) 4, rangkaian kegiatan Voluntery Days di Pertamina. PEN bersifat employee volunteerism yang dilakukan oleh pekerja Pertamina di tengah kesibukannya bekerja, untuk berbagi cerita dan informasi mengenai Pertamina.

Dengan total relawan mencapai lebih dari 1.000 pekerja, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa sekolah dasar yang dikunjungi oleh Pertamina.

Tak hanya di Bandung, PEN 4 juga dilaksanakan di 18 kota di Indonesia, di antaranya dilakukan di 14 sekolah di kawasan Jakarta. Salah satunya di SDN Paseban 05 Pagi, Jakarta. Bahkan salah satu kelas di sekolah ini mendapat guru spesial yaitu General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III yang berbagi mengenai proses bisnis migas.

"Berada di sekolah, Pertamina ingin berbagi kepada para siswa mengenai Pertamina sehingga sejak dini para siswa sudah paham mengenai energi dan dapat menggunakan energi dengan baik. Kegiatan ini juga bermanfaat bagi Pekerja Pertamina, untuk kembali ke masyarakat dan membagi pengetahuan dengan anak-anak," jelas GM Pertamina MOR III Tengku Fernanda.

Sebanyak 28 siswa di salah satu kelas di SDN Paseban 05, Jakarta ini, antusias mendengar penjelasan bisnis hulu hingga hilir Pertamina yang disampaikan GM MOR III. Sementara di kelas lain juga diajarkan materi sejenis oleh para relawan pengajar yang merupakan pekerja Pertamina.

Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, ternyata para siswa sudah mengenal produk-produk Perseroan dengan baik, termasuk aspek keamanan dan keselamatan di SPBU.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA