KLHK dan Tim Gabungan Selamatkan Kawasan Hutan Hulu DAS Citarum di Gunung Papandayan

Bandung Raya

Senin, 18 November 2019 | 20:37 WIB

191118203828-klhk-.jpg

ist


TIM Gabungan Ditjen Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI melakukan operasi simpatik pemulihan ekosistem di Cagar Alam (CA) Gunung Papandayan, Senin (18/11/2019). Tim terdiri dari Ditjen Gakkum LHK RI, Balai Besar KSDA Jawa Barat, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Jabalnusra, Satgas Citarum, Polres Bandung, Kodim Bandung, Kecamatan Kertasari, Polsek Kertasari, Koramil Kertasari, CDK Wilayah V, LSM, Desa dan tokoh masyarakat sekitar hutan.

Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani menyatakan, tim gabungan itu berhasil menyelamatkan CA Gunung Papandayan dari gangguan perambahan berupa aktivitas ilegal yaitu menanami sayuran (kentang, kol dan lain-lain) serta berhasil membongkar gubuk kerja sebanyak 112 unit dan mengamankan sarana kerja pertanian ilegal.

"Sebelum operasi telah dilakukan serangkaian kegiatan pre-fentif/penyadartahuan kepada masyarakat sekitar hutan dan peringatan secara tertulis," kata Rasio Ridho Sani dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, para pelaku perambahan telah menyadari kesalahannya. Mereka membuat pernyataan tertulis untuk meninggalkan kawasan hutan yang telah dirambah serta tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.

"Operasi gabungan tersebut merupakan langkah positif yang disambut oleh para pihak, termasuk para tokoh masyarakat sekitar kawasan hutan. Mereka menyadari betapa pentingnya manfaat hutan bagi kehidupan masyarakat. Gangguan kawasan hutan yang terjadi di CA dan TWA Gunung Papandayan yaitu perambahan dengan cara menanam sayuran," paparnya.

Dikatakan Rasio, CA dan TWA Gunung Papandayan merupakan kawasan hutan di Hulu DAS Citarum yang berperan dalam pengaturan tata air (fungsi hidrologis) sekaligus sebagai penyangga sistem kehidupan.

"Aktivitas ilegal tersebut berdampak terhadap perubahan ekosistem dan berkurangnya fungsi hutan. Pada saat musim kemarau terjadi kekurangan air atau kekeringan, sedangkan pada musim hujan ancaman banjir dan longsor mengancam ruang hidup dan kehidupan masyarakat," tuturnya.

Ia mengatakan, operasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Program Nasional Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum sesuai amanat Pasal 12 Peraturan Presiden RI Nomor 15 tahun 2018.

"Dengan terbebasnya perambahan CA Gunung Papandayan secara perlahan tapi pasti, kawasan tersebut akan mengalami suksesi secara alami menjadi hutan kembali," harapnua.

Pada akhirnya hutan yang sudah pulih akan memberikan kontribusi bagi pengatur tata air dan pencegah banjir serta kemakmuran bagi seluruh rakyat.

Rasio menambahkan, upaya pemulihan keamanan kawasan hutan DAS Citarum untuk mendukung program nasional yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo "Citarum Harum" serta mendukung penuh terwujudnya fungsi DAS Citarum yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat secara luas.

Ditjen Gakkum LHK terus berupaya melalui instrumen penegakan hukum yang ada, mulai dari pencegahan, pengamanan, penerapan sanksi administrasi, perdata maupun pidana baik untuk permasalahan perusakan kawasan hutan dan pencemaran Sungai Citarum.

“Kami selalu mengedepankan upaya pre-emptif dan preventif dalam rangka memulihkan keamanan kawasan hutan DAS Citarum, akan tetapi tidak menutup kemungkinan akan melakukan upaya yustisi jika aktivitas illegal di dalam kawasan hutan masih terus terjadi," tambah Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono.

Editor: Lucky M. Lukman

Bagikan melalui:

KOMENTAR

BERITA LAINNYA